Spons cuci piring menjadi salah satu perlengkapan dapur yang digunakan setiap hari. Karena sering terkena air dan sisa makanan, spons mudah lembap sehingga memicu munculnya bau tidak sedap jika tidak dirawat dengan benar.
Banyak orang menganggap bau pada spons hanya disebabkan usia pakai. Padahal, cara mengeringkan dan menyimpan spons setelah digunakan juga sangat menentukan kebersihannya. Spons yang dibiarkan basah dalam waktu lama dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
Ada beberapa life hack sederhana yang bisa diterapkan agar spons cuci piring lebih cepat kering, tetap higienis, dan tidak mudah mengeluarkan bau. Lantas, seperti apa life hack mengeringkan spons cuci piring agar tidak cepat bau dan tetap higienis ini? Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (15/7), berikut ulasan lengkapnya.
Advertisement
1. Peras Spons hingga Air Benar-Benar Keluar
Setelah selesai mencuci piring, biasakan langsung memeras spons hingga air yang terserap di dalam pori-porinya keluar sebanyak mungkin. Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap kondisi spons setelah digunakan.
Spons yang masih menyimpan banyak air akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mengering. Semakin lama kondisi lembap bertahan, semakin besar pula kemungkinan munculnya bau tidak sedap akibat pertumbuhan mikroorganisme.
Peras spons beberapa kali hingga terasa lebih ringan sebelum disimpan. Cara ini membantu mengurangi kelembapan berlebih sekaligus membuat spons lebih cepat kering secara alami.
Advertisement
2. Simpan Spons dalam Posisi Berdiri
Cara meletakkan spons juga memengaruhi proses pengeringannya. Hindari menaruh spons dalam posisi tidur di permukaan wastafel yang masih basah karena bagian bawahnya akan tetap lembap.
Posisi berdiri memungkinkan kedua sisi spons mendapatkan aliran udara secara bersamaan. Dengan begitu, air yang masih tersisa dapat menguap lebih cepat dibandingkan jika spons diletakkan mendatar.
Gunakan tempat spons yang memang dirancang agar spons dapat berdiri tegak. Selain lebih rapi, cara ini membantu menjaga spons tetap kering dan tidak mudah menimbulkan bau.
Advertisement
3. Gunakan Tempat Spons yang Memiliki Lubang Drainase
Tempat penyimpanan spons sebaiknya memiliki lubang drainase atau desain terbuka. Fitur ini memungkinkan sisa air langsung menetes keluar sehingga tidak menggenang di bagian bawah.
Jika spons terus bersentuhan dengan genangan air, kelembapan akan bertahan lebih lama. Kondisi tersebut membuat spons lebih cepat berbau meski sudah dibilas setelah digunakan.
Saat memilih tempat spons, utamakan bahan yang mudah dibersihkan dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Dengan begitu, spons dapat mengering lebih merata setiap kali selesai dipakai.
Advertisement
4. Letakkan Spons di Area yang Memiliki Sirkulasi Udara Baik
Sirkulasi udara merupakan faktor penting agar spons cepat kering. Menyimpan spons di sudut dapur yang tertutup justru membuat kelembapan bertahan lebih lama.
Pilih area yang mendapatkan aliran udara alami, misalnya di dekat jendela atau tempat yang tidak terus-menerus terkena cipratan air. Lokasi seperti ini membantu mempercepat proses penguapan.
Meski begitu, hindari meletakkan spons di tempat yang langsung terkena sinar matahari sepanjang hari karena beberapa jenis spons dapat lebih cepat rusak jika terus-menerus terpapar panas berlebih.
Advertisement
5. Bilas Spons hingga Bersih Setelah Dipakai
Spons tidak hanya menyerap air, tetapi juga sisa minyak, sabun, dan remah makanan selama proses mencuci. Jika tidak dibersihkan, kotoran tersebut dapat menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap.
Setelah selesai mencuci peralatan makan, bilas spons menggunakan air mengalir hingga busa dan sisa makanan benar-benar hilang. Spons yang bersih akan lebih mudah mengering dibandingkan spons yang masih kotor.
Luangkan waktu beberapa detik untuk memastikan tidak ada kotoran yang tertinggal di dalam spons. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kebersihan spons setiap hari.
Advertisement
6. Gantung Spons Menggunakan Klip atau Pengait
Jika tidak memiliki tempat spons khusus, Anda bisa memanfaatkan klip, pengait, atau gantungan kecil di dekat wastafel. Cara ini cukup efektif untuk mempercepat proses pengeringan.
Spons yang digantung memiliki ruang terbuka di semua sisinya sehingga udara dapat mengalir lebih bebas. Air pun akan menetes ke bawah tanpa mengendap pada salah satu permukaan spons.
Selain membantu spons lebih cepat kering, metode ini juga membuat area wastafel terlihat lebih rapi. Spons tidak bersentuhan langsung dengan permukaan yang basah sehingga kebersihannya lebih terjaga.
Advertisement
7. Ganti Spons Secara Berkala
Perawatan yang baik memang dapat memperpanjang usia spons, tetapi bukan berarti spons bisa digunakan tanpa batas waktu. Lama-kelamaan, material spons akan mulai aus dan sulit dibersihkan secara maksimal.
Perhatikan tanda-tanda seperti spons yang mulai robek, berubah warna, atau tetap mengeluarkan bau meski sudah dicuci dan dikeringkan dengan benar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa spons sudah waktunya diganti.
Mengganti spons secara berkala membantu menjaga kebersihan area dapur dan peralatan makan. Spons yang masih dalam kondisi baik juga akan bekerja lebih efektif saat digunakan untuk mencuci piring.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Life Hack Mengeringkan Spons Cuci Piring agar Tidak Cepat Bau
1. Mengapa spons cuci piring cepat bau?
Karena spons sering berada dalam kondisi lembap dan menyimpan sisa makanan yang dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
2. Bagaimana cara agar spons cuci piring cepat kering?
Peras hingga air keluar, simpan di tempat berventilasi baik, dan gunakan wadah yang memiliki lubang drainase.
3. Apakah spons sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari?
Boleh sesekali dijemur, tetapi hindari paparan sinar matahari yang terlalu lama agar material spons tidak cepat rusak.
4. Seberapa sering spons cuci piring perlu diganti?
Idealnya setiap 2–4 minggu, atau lebih cepat jika sudah rusak, berbau, atau sulit dibersihkan.
5. Apa kesalahan yang membuat spons mudah berbau?
Menyimpan spons dalam keadaan basah, tidak membilasnya setelah dipakai, dan membiarkannya terendam air di area wastafel.