Trotoar di kawasan Taman Secawan, Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, mengalami longsor. Kondisi tepian jalan itu rusak dan perlu penanganan segera. Menyikapi trotoar longsor Depok tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan perbaikan disertai penutupan jalur demi keselamatan pengguna jalan.
Infrastruktur pedestrian ini sebelumnya dibangun dua tahap, dimulai pada 2023 dan dilanjutkan pada Februari 2025. Nilai proyek trotoar tersebut tercatat Rp 9,7 miliar.
Selama perbaikan berlangsung, arus lalu lintas di Jalan Raya Sawangan akan direkayasa dan dialihkan. DPUPR menyebut penutupan jalur diperlukan karena area kerja memakan sebagian badan jalan dan melibatkan alat berat.
Pengalihan arus akan diterapkan sepanjang masa pekerjaan.
"Akan ada rekayasa pengalihan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung," ujar Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi SDA DPUPR Kota Depok Bahtiar Ardiansyah, Jumat (6/11/2026).
Perbaikan dimulai dengan pembangunan dinding tanggul sungai sepanjang 96,6 meter. Struktur penahan menggunakan CCSP W-350 (sheet pile) dengan tinggi enam meter untuk menstabilkan tepi aliran di sekitar lokasi.
Pemasangan lapisan pelindung tanah urugan turut disiapkan pada tahap awal.
"Selanjutnya dilakukan pemasangan geotextile non-woven sebagai lapisan pelindung tanah urugan," jelas Bahtiar.
Setelah tanggul dan lapisan pelindung terpasang, DPUPR mengerjakan urugan serta pemadatan tanah untuk membentuk jalur pedestrian dengan panjang 96,6 meter dan lebar 1,25 meter.
"Setelah itu akan dilakukan pemasangan kembali railing eksisting," terang Bahtiar.
Tahap berikutnya adalah pengecoran kembali bagian jalan eksisting yang terdampak longsoran. Untuk mempercepat pekerjaan dan mengurangi risiko kerja, DPUPR telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Metro Depok dan Dinas Perhubungan Kota Depok terkait pengalihan arus di Jalan Raya Sawangan.
Menurut DPUPR, kebutuhan ruang kerja menjadi alasan utama rekayasa lalu lintas diterapkan.
"Penutupan atau pengalihan jalan diperlukan karena proses pemancangan sheet pile membutuhkan ruang kerja yang cukup dan melibatkan penggunaan alat berat berupa crawler crane," ucap Bahtiar.
Area pemancangan dan posisi alat berat akan memakai sebagian badan jalan sehingga rawan bersinggungan dengan kendaraan yang melintas bila tidak ditutup.
"Oleh karena itu, penutupan jalur diperlukan untuk memastikan area pekerjaan tetap steril dari kendaraan yang melintas, sehingga proses konstruksi dapat berjalan dengan aman dan meminimalkan risiko kecelakaan bagi pekerja maupun pengguna jalan," ungkap Bahtiar.
Penutupan Jalan Raya Sawangan dijadwalkan pada 7 November hingga 20 November 2026. Kendaraan dari arah Jalan Nusantara atau jembatan Sengon menuju Tanah Baru atau Sawangan diarahkan melalui Jalan Raya Melati hingga Jalan Tanah Baru. Adapun dari arah Jalan Raya Sawangan menuju Margonda, pengendara dapat menggunakan Jalan Raya Wadas melalui Jalan Raya Pitara, atau lewat Jalan Pramuka melintasi Jalan Raya Melati yang terhubung ke Jalan Raya Nusantara.
DPUPR menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan meminta pengguna jalan mengikuti pengaturan yang berlaku.
"Kami mohon maaf atas pengalihan jalan ini dan kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan, untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, serta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan," tutur Bahtiar.
Dari sisi warga, Farid, penduduk Depok Jaya, menyebut amblesnya trotoar sudah terjadi lebih dari sepekan dan lokasinya berada di tepi aliran Kali Cabang Tengah.
"Kalau amblesnya itu sudah sepekan lebih," kata Farid, Minggu (2/8/2026).
Ia khawatir kerusakan bisa merambat ke badan Jalan Raya Sawangan bila tak segera ditangani.
"Ini kan trotoar seakan mau ambruk ke arah aliran kali. Kalau dibiarkan, Jalan Raya Sawangan bisa ikut terkikis," ujarnya.
Farid juga menuturkan Jalan Raya Sawangan merupakan salah satu jalur utama dengan volume kendaraan tinggi pada jam sibuk, yang berpotensi menambah beban struktur di sekitar lokasi. Ia menduga turap penahan tanah di tepi Kali Cabang Tengah tidak mampu menahan beban dan turut tergerus aliran air.
Pengendara lain, Rahmat Mulyadi, menyayangkan kerusakan pada fasilitas yang ia nilai belum lama dibangun.
"Kayaknya baru satu tahun trotoar itu dibangun, malah sudah ambles. Itu kan pakai uang rakyat," kata Rahmat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391417/original/037073200_1793929915-IMG-20261105-WA0077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391548/original/075127800_1793939617-Dampak_bencana_di_Aceh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391317/original/084260800_1793890684-0L5A4596.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391621/original/063564900_1793943373-1001420221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391598/original/030352300_1793942483-1001824731.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1796751/original/067677100_1540537945-pisau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391560/original/012919500_1793940023-IMG_2006.jpeg)