Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok menyiapkan serangkaian langkah pencegahan agar Banjir SMPN 2 Depok tidak kembali terulang. Rencana ini disusun usai peninjauan langsung ke lokasi sekolah dan koordinasi teknis dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok.
Dari evaluasi lapangan, Disdik mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab, termasuk elevasi sungai di sekitar sekolah yang lebih tinggi.
"Memang ada luapan air sungai yang posisinya lebih tinggi," ujar Wahid saat ditemui Liputan6.com, Rabu (28/10/2026).
Selain itu, ditemukan penyempitan pada outlet saluran air yang terhubung ke jalan raya. Menurut Wahid, opsi penanganan disusun dalam dua horizon waktu.
"Diambillah tadi langkah jangka pendek dan jangka menengah," terang Wahid.
Untuk jangka pendek, Disdik akan memasang metode backflow di lingkungan sekolah guna mencegah aliran balik dari saluran masuk ke area belajar.
"Jadi kita akan membuat backflow seperti katup air yang menahan sehingga luapan air saluran tidak memasuki SMPN 2 Depok," jelas Wahid.
Adapun untuk jangka menengah, DPUPR Kota Depok akan melakukan normalisasi pada outlet saluran air di dekat Puskesmas Depok Jaya agar kapasitas tampung meningkat saat hujan deras.
Pada tahap awal, prioritas difokuskan mencegah intrusi air ke dalam sekolah melalui pemasangan backflow. "Tapi dalam jangka pendek kita akan menyelamatkan dulu sekolah supaya tidak ada air yang masuk dengan metode backflow," ucap Wahid.
Disdik menargetkan pekerjaan backflow segera dimulai dan rampung pada akhir 2026. "Targetnya November atau Desember sudah selesai sehingga tidak ada lagi kejadian seperti sekarang," ungkap Wahid.
Advertisement
Banjir di SMPN 2 Depok
Sehari sebelumnya, hujan deras pada Selasa (27/10/2026) kembali membuat SMPN 2 Depok terendam dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter.
"Memang sudah sejak lama (banjir). Sudah ada setengah sampai dua tahunan," kata Kepala SMPN 2 Depok, Suharno kepada wartawan.
Suharno menjelaskan luapan kali di dekat sekolah kerap terjadi saat debit meningkat, diperparah penyempitan badan kali dan dugaan pendangkalan saluran di sekitar Puskesmas Depok Jaya.
"Ketika air mungkin sudah banyak di dalam saluran, maka meluap karena saluran kurang lancar. Apalagi di gorong-gorong itu tersumbat bermacam-macam sampah," ungkap dia.
Menurutnya, genangan memasuki sejumlah ruang di sekolah. "Ini masuk ke ruang-ruang kelas maupun ruang kantor. Bahkan ruang saya, kantor saya juga tadi sudah banjir," sambungnya.
Suharno berharap perbaikan segera dilakukan pada penyempitan kali dan saluran air sekitar sekolah.
"Kita ingin ada pelebaran, paling tidak pengontrolan gorong-gorong saluran air," ungkap dia.
Advertisement
Kegiatan Belajar Tetap Berjalan
Kendati sekolah terendam, aktivitas belajar mengajar di SMPN 2 Depok tetap dilaksanakan.
Pihak sekolah juga melibatkan sebagian siswa dalam penanganan darurat seperti membersihkan area terdampak sebagai bagian dari edukasi mitigasi bencana.
"Saat banjir masih belajar mengajar, ini sebagian ikut saya libatkan untuk bersih-bersih sebagai sebuah pembelajaran, mitigasi," klaim Suharno.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384017/original/084221300_1793147810-20261027_145345.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384035/original/089898600_1793149213-IMG-20261027-WA0199.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2786814/original/017457100_1556084845-20190424-Panglima-TNI-Pimpin-Upacara-Hut-ke-67-Kopassus6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383999/original/066404000_1793138801-024679100_1793067696-IMG-20261025-WA0019.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383331/original/070867600_1793082782-4ef5d21b05a0e0ba9c1a84c068c65e5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384009/original/016790500_1793142038-Screenshot_2026-10-28_055813.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384000/original/045834800_1793139125-IMG-20261027-WA0091.jpg)