Menhut Ungkap Kesulitan Evakuasi Helikopter Jatuh dalam Misi Karhutla

Menhut Raja Juli Antoni mengungkap kendala evakuasi helikopter Mi-17V5 di Tanjung Puting, dari visibilitas nyaris nol hingga ombak besar.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Menhut Ungkap Kesulitan Evakuasi Helikopter Jatuh dalam Misi Karhutla
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memimpin langsung upacara pelepasan digelar di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Kamis (5/11/2026). (Liputan6.com/ Dok Ist Edy)

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memaparkan sejumlah hambatan evakuasi helikopter Mi-17V5 yang jatuh saat misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Menurut Raja Juli, kondisi perairan di lokasi sangat keruh dan berlumpur sehingga jarak pandang penyelam nyaris tidak ada. Pada penyelaman sebelumnya, tim tidak bisa melihat badan helikopter dan hanya mengandalkan perabaan.

"Jadi kendalanya ini yang harus disampaikan. Pertama memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasuki (penyelam), sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut," ujar Raja Juli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Selain faktor visibilitas, ombak besar di perairan setempat turut memperberat operasi, baik untuk pencarian korban maupun upaya pengangkatan badan helikopter.

Tim penyelam telah dibekali informasi teknis mengenai struktur helikopter Mi-17V5, mulai dari posisi pintu, pintu darurat, hingga cara melepaskan sabuk pengaman di dalam kabin.

"Kita sudah memiliki gambar dan video Heli Mi-17V5 ini. Jadi nanti para penyelam sudah diberikan pengetahuan yang cukup di mana pintu yang bisa dibuka, di mana pintu darurat yang bisa dibuka dan bagaimana cara melepaskan sabuk dan sebagainya,” kata Raja Juli.

Raja Juli juga meminta doa dari masyarakat agar proses evakuasi berjalan maksimal. Menurutnya, langkah-langkah di lapangan dilakukan bersama seluruh unsur terkait sebagai bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan evakuasi dan penyelamatan.

Tiga Kru Helikopter Gugur

Sebelumnya, tiga kru helikopter Mi-17V5 gugur saat menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Ketiga kru tersebut yakni Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anum) Heri Prasetyo.

Jenazah Letkol Dudi telah diberangkatkan ke Bandung, sedangkan jenazah Kapten Hafiz telah dibawa ke Semarang untuk diserahkan kepada keluarga.

Sementara itu, satu kru lainnya, yakni Sertu Heri Prasetyo, masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan korban sekaligus memastikan seluruh proses penanganan insiden berjalan dengan baik.

Rekomendasi