Monas Bakal Punya Museum Skala Besar jadi Pusat Sejarah dan Edukasi

Arahan Prabowo membangun Grand National Museum di Monas disampaikan Seskab Teddy. Rapat di Istana juga menyinggung Monas, Stasiun Gambir, dan rel Bali.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Monas Bakal Punya Museum Skala Besar jadi Pusat Sejarah dan Edukasi
Selama momen libur Lebaran 2025 kawasan Monumen Nasional dibuka untuk umum mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Presiden Prabowo Subianto mengarahkan pembangunan Museum Agung Nasional atau Grand National Museum di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi bagi masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan arahan tersebut setelah revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Nasional Indonesia (Museum Gajah) rampung.

"Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda," kata Teddy di Jakarta, Kamis (5/11/2026) malam.

Teddy menjelaskan, arahan itu disampaikan Prabowo kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis. Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin.

Selain pembangunan Museum Agung Nasional, pertemuan itu membahas revitalisasi kawasan Monas dan Stasiun Gambir, serta pembangunan jaringan rel kereta api di Pulau Bali.

Prabowo Dorong Penguatan Sejarah dan Edukasi

Menurut Teddy, pembangunan museum dan revitalisasi kawasan Monas diharapkan membuat area tersebut lebih nyaman dan indah. Langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat nilai sejarah dan edukasi bagi pengunjung.

Prabowo menginginkan program revitalisasi fasilitas publik tidak hanya meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menghasilkan fasilitas yang dapat menjadi kebanggaan nasional.

"Bapak Presiden berkeinginan agar revitalisasi kawasan Monas, Stasiun Gambir, dan pembangunan Grand Museum, serta pengembangan layanan kereta api di Bali tidak hanya menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional," ujar Teddy.

Rekomendasi