Generative AI Pangkas Waktu Riset Investor Saham hingga 70%

Pemanfaatan generative AI bantu investor ritel bedah riset pasar modal 70% lebih cepat. Simak bagaimana adopsi teknologi cerdas ini bekerja.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Generative AI Pangkas Waktu Riset Investor Saham hingga 70%
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kompleksitas data pasar modal dan terbatasnya waktu analisis selama ini menjadi tantangan utama bagi sebagian besar investor ritel. Membaca laporan keuangan, memantau pergerakan sektor, hingga mencerna dampak berita terhadap emiten kerap membutuhkan proses yang menyita waktu.

Melihat celah tersebut, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan terapan (generative AI) mulai menggeser cara investor ritel dalam mengambil keputusan investasi. Salah satunya terlihat dari adopsi Tuntun AI, asisten analisis besutan PT Tuntun Sekuritas Indonesia.

Sejak hadir perdana pada April 2026 sebagai inovasi generative AI native pertama di industri sekuritas tanah air, fitur ini tercatat telah menjawab lebih dari 150.000 pertanyaan dan menghasilkan lebih dari 3 juta analisis. Internal perusahaan mencatat penggunaan asisten cerdas ini mampu mempercepat pemahaman data pasar bagi pengguna hingga 70 persen dibandingkan metode konvensional.

Masalah klasik yang kerap dihadapi investor ritel adalah dispersi informasi: data real-time, riset emiten, dan berita pasar terpisah di berbagai saluran. Ketika satu pertanyaan terjawab, kerap muncul keraguan baru terkait valuasi, potensi risiko,atau prospek sektornya.

Inovasi yang diusung Tuntun AI berfokus pada model percakapan berkesinambungan (continuous conversation). Investor tidak perlu mengulang konteks dari awal saat mengajukan pertanyaan susulan. Melalui bahasa sehari-hari, pengguna dapat mendiskusikan dinamika saham tertentu, lalu mendalami faktor risiko, hingga memperoleh simpulan poin pemeriksaan (checklist) sebelum mengeksekusi keputusan.

Kendati teknologi AI menawarkan kecepatan pemrosesan data real-time dan konsolidasi riset yang ringkas, esensi navigasi investasi tetap berada di tangan individu masing-masing.

"Kami ingin investor bisa bertanya apa saja soal saham dan portofolionya, lalu terus bertanya sampai benar-benar paham,dengan jawaban yang bersumber dari data real-time dan riset kami. Dalam tujuh bulan sejak diluncurkan pada April 2026,kami melihat investor memakai Tuntun AI bukan untuk mencari jawaban instan, tetapi untuk memahami alasan di balik pergerakan pasar. Keputusan investasi tetap sepenuhnya berada di tangan investor, sesuai pemahaman dan profil risikonya masing-masing," ujar Direktur Tuntun Sekuritas Indonesia, Ricki Juliandi, Jumat (6/11).

Opsi dalam Platform

Sempat Terseok hingga Kena Trading Halt, IHSG Sedikit Membaik pada Penutupan Perdagangan Hari Ini
Ilustrasi IHSG. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Untuk memberikan pengalaman yang lebih personal, platform ini juga menyediakan opsi persona AI seperti Kevin, Mia, atau Luna di menu Consult. Fitur ini dirancang untuk mendampingi diskusi seputar pergerakan teknikal hingga dampak sentimen berita secara fleksibel.

Atas izin eksplisit dari pengguna yang dapat dicabut sewaktu-waktu, sistem AI ini juga dapat membaca portofolio secara terintegrasi guna menyajikan analisis yang presisi sesuai kepemilikan saham investor.

Menariknya, kemudahan riset ini dibuka melampaui batasan transaksi finansial. Tuntun AI dapat diakses cukup melalui Akun Basic tanpa kewajiban membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) terlebih dahulu. Langkah ini memberi ruang bagi calon investor untuk belajar mencerna dinamika pasar modal secara mandiri sebelum menempatkan dana mereka.

Saat ini, fasilitas tersebut telah tersedia bagi lebih dari 300.000 pengguna aplikasi Tuntun tanpa dikenakan biaya tambahan, baik melalui App Store maupun Google Play, serta bersiap untuk diintegrasikan ke versi desktop.

 

Rekomendasi