Bursa Saham
Topik Populer
Berita Utama
-
-
-
berita update Strategi MPM Group di Tengah Dinamisnya Industri Otomotif, Termasuk Ekspansi ke Timor Leste
-
berita update Adopsi Teknologi Meningkat Pesat, IPOT Dorong Literasi Finansial dan AI untuk Generasi Muda Indonesia
-
-
-
berita update Komisaris Merdeka Gold Resources Xinyu Wang Tambah Kepemilikan Saham, Borong 140.900 Lembar
-
-
berita update Incar Pengguna Gen Z, Ini Keunggulan Aplikasi Trading UI Dinamis Berbasis AI Real Time
-
Berita Terbaru
-
bbm bersubsidi Blak-blakan Dirut Pertamina Ungkap Alasan Penyesuaian Harga Pertamax, Pastikan BBM Subsidi Tak Naik
-
berita update Pemprov DKI Lempar ke Pihak Ketiga soal Ramai CCTV di Jakarta Mati saat Demo Mahasiswa
-
dinas pupr maluku Kejati Maluku Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan Namlea ke Penyidikan
-
-
franoto wibowo KAI Daop 1 Jakarta Perkuat Keselamatan, Lakukan Penutupan Perlintasan Sebidang KAI Serang
Berita Populer
-
Pemprov DKI Lempar ke Pihak Ketiga soal Ramai CCTV di Jakarta Mati saat Demo Mahasiswa
-
Viral Kepulan Asap Diduga Gas Air Mata saat Demo di Salemba Jakarta, Polisi Buka Suara
-
Kenapa CCTV Sudirman-Bundaran HI Mati saat Demo Mahasiswa? Begini Penjelasan Pemprov DKI
-
Demo di DPRD Solo, Mahasiswa Tuntut MBG Dihentikan dan Rupiah Distabilkan
-
Massa Aksi Belum Membubarkan Diri, Jalan MH Thamrin Masih Dipadati Demonstran
Berita Utama Lainnya
-
-
-
berita update Pengamat Pasar Modal Bongkar Strategi Penting untuk Investor Hadapi Perubahan Indeks BEI
-
-
-
-
berita update Perubahan Kriteria Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 Picu Efek Domino di Pasar saham? Begini Penjelasan Analis
-
berita update Selesaikan Perjanjian dengan Tolu Minerals Limited, Petrosea Siap Serok Emas di Papua Nugini
-
-
Tingginya volatilitas tidak lepas dari tekanan eksternal, terutama eskalasi konflik geopolitik serta dinamika kondisi ekonomi global dan domestik.
Menurut Hasan, OJK tidak pernah ragu dalam menindak pelanggaran yang terjadi di industri keuangan.
Meskipun pasar saham mengalami koreksi dan volatilitas meningkat, investor masih melihat reksadana sebagai instrumen yang relatif stabil dan terdiversifikasi.
Banyak investor merasa sedang mengikuti pergerakan 'bandar', padahal mereka hanya bereaksi terhadap data masa lalu yang sudah tertinggal.
Menurutnya, kuartal II menjadi momentum yang lebih ideal bagi perusahaan untuk melantai di bursa dibandingkan kuartal sebelumnya.
Corporate Secretary Perseroan, Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan sesuai dengan ketentuan regulator pasar modal yang berlaku.
Selain itu, pada hari Minggu, 22 Maret, Ghalibaf meluaskan ancamannya kepada pemegang obligasi pemerintah AS (U.S. Treasurys).
Bursa menyatakan bahwa saham IFSH sudah dapat kembali diperdagangkan. Pembukaan suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Penggabungan ini turut membawa konsekuensi terhadap struktur kepemilikan saham.
Manajemen menilai, hal ini mencerminkan komitmen terhadap strategi perusahaan untuk terus berkembang di segmen transportasi LNG melalui pertumbuhan organik.