Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menyoroti sayembara tangkap begal yang diumumkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia menilai langkah seperti itu tidak semestinya dijadikan kebijakan.
Sayembara tersebut disampaikan melalui akun Instagram Dedi pada Kamis (23/7). Ia menawarkan hadiah bagi warga yang mampu melumpuhkan pelaku kejahatan dan menyerahkannya ke polisi.
Advertisement
Pigai Harap Hanya Lelucon
Pigai berharap pengumuman sayembara itu sekadar candaan dan tidak diambil sebagai kebijakan yang dijalankan.
"Kalau serius ya tidak boleh. Tapi kalau guyonan enggak apa-apa. Guyonan aja. Tapi kalau serius tidak boleh, itu bahaya. Menteri HAM bilang, saya berharap itu guyonan, tapi serius diusahakan tidak boleh," kata Pigai di Hotel Papandayan, Bandung, pada Selasa (28/7/2026).
Advertisement
Risiko Warga Sipil Terlibat
Menurutnya, sayembara yang melibatkan warga sipil rawan memicu kekerasan karena mereka bukan penegak hukum terlatih.
"Anda membayar untuk menangkap orang. Kalau nangkap begini, orang yang menangkap terlatih enggak? Kalau sipil yang tidak terlatih mukul dong, ya? Berdarah-darah. Apa perbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan?" ucap dia.
Ia juga menilai pendekatan semacam itu tidak pantas diterapkan.
"Tidak etis. Tapi dugaan saya beliau guyonan, tidak serius. Ya. Semoga guyonan dan tidak serius," lanjut dia.
Advertisement
Pernyataan Dedi Mulyadi Soal Hadiah dan Koordinasi Polisi
Sebelumnya, Dedi mengumumkan hadiah uang bagi warga yang mampu melumpuhkan pelaku kejahatan dan menyerahkannya ke polisi dalam keadaan hidup.
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," kata dia melalui keterangan di akun Instagram pribadinya sebagaimana dilihat pada Kamis (23/7).
Ia menyebut telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk penanganan kejahatan jalanan.
"Siaga menghadapi begal. Kita terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian khususnya Polda Jabar dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," ucap dia.
Selain itu, Dedi meminta patroli malam digencarkan dan unsur terkait disiagakan di titik strategis.
"Mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategi untuk mengantisipasi berbagai segala kemungkinan dalam setiap waktu," lanjut dia.