Urgensi Edukasi Finansial Dini di Tengah Dominasi Investor Muda

Investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun mendominasi sebesar 55 persen, disusul kelompok usia 31–40 tahun sebesar 25 persen.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Urgensi Edukasi Finansial Dini di Tengah Dominasi Investor Muda
<p>Ilustrasi pasar saham global. (c) iwatchwater/Depositphotos.com</p>

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial, edukasi keuangan bagi generasi muda kini menjadi hal yang sangat krusial. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pasar investasi Indonesia saat ini didominasi oleh kalangan muda.

Berdasarkan data Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, kelompok Generasi Z dan milenial berusia 18–34 tahun merupakan pengguna aset kripto terbesar dengan porsi mencapai 81,6 persen.

Sejalan dengan itu, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per April 2026 juga mencatat bahwa investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun mendominasi sebesar 55 persen, disusul kelompok usia 31–40 tahun sebesar 25 persen

Tingginya angka partisipasi ini menegaskan bahwa tanpa fondasi edukasi yang kuat, minat investasi yang besar tersebut berisiko memicu kerugian akibat kurangnya pemahaman risiko. Menjawab tantangan tersebut, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) mengambil langkah melalui kerja sama strategis dengan Himpunan Mahasiswa & Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN).

Acara edukatif tersebut dihadiri lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, serta menghadirkan para pakar industri seperti praktisi keuangan global Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Adhikita Sekuritas Indonesia B. Hari Mantoro, dan Direktur Utama PT Smartin Advisor System Dr. Odang Supriatna, dengan dipandu oleh Jurnalis Senior Investor Daily Edo Rusyanto.

"Kami mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam HIMAPEN atas terselenggaranya acara ini. Antusiasme dan semangat para mahasiswa untuk belajar serta berdiskusi mengenai peluang investasi masa depan menjadi hal yang sangat positif. Dengan menghadirkan para pakar yang berpengalaman, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan literasi keuangan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara industri dan akademisi dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi finansial." ucap Presiden Direktur PINTU, Andy Putra.

Wadah Belajar Bersama

Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek, Aster Leta, turut memberikan apresiasi tinggi kepada PINTU dan seluruh pihak yang terlibat. Sebagai organisasi paguyuban pemuda Nagekeo di perantauan, HIMAPEN berkomitmen menjadikan komunitas ini sebagai wadah belajar bersama untuk merespons perkembangan zaman.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap mendapatkan sebuah pemahaman terkait edukasi tentang bagaimana caranya untuk memanfaatkan perkembangan teknologi yang sudah semakin besar termasuk bagaimana cara berinvestasi serta instrumen investasi apa saja yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa,” tambah Aster.

Bagi PINTU, kerja sama dengan HIMAPEN merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi muda. Sebagai salah satu pelaku industri jasa keuangan, PINTU bertekad untuk selalu berkontribusi memberikan pemahaman yang lebih baik terkait perencanaan keuangan, investasi, dan pemanfaatan teknologi finansial untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

"PINTU berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi keuangan dan aset crypto yang mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berharap kolaborasi dengan komunitas mahasiswa seperti HIMAPEN dapat mendorong lahirnya investor yang lebih bijak, memahami risiko, serta mampu memanfaatkan peluang investasi secara bertanggung jawab," tutup Andy Putra.

Rekomendasi