Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Delapan Awak Kapal Tenggelam di Maluku Tengah

Delapan awak kapal berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan setelah KM Teluk Bara tenggelam di Perairan Tanjung Alang, Maluku Tengah. Proses evakuasi kapal tenggelam ini melibatkan yacht asing.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Delapan Awak Kapal Tenggelam di Maluku Tengah
Delapan awak kapal berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan setelah KM Teluk Bara tenggelam di Perairan Tanjung Alang, Maluku Tengah. Proses evakuasi kapal tenggelam ini melibatkan yacht asing. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi delapan anak buah kapal (ABK) KM Teluk Bara yang mengalami musibah karam di Perairan Tanjung Alang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Insiden kapal tenggelam ini terjadi setelah kapal dihantam gelombang tinggi saat berlayar menuju Kabupaten Buru Selatan. Seluruh ABK ditemukan dalam kondisi selamat berkat bantuan kapal yacht berbendera Selandia Baru.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa laporan awal diterima pada pukul 07.35 WIT dari seorang warga bernama Isjon Siwalette mengenai kapal kayu yang tenggelam. Segera setelah laporan diterima, Tim Rescue Basarnas Ambon dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan. Koordinasi cepat menjadi kunci dalam keberhasilan evakuasi ini.

Operasi SAR berlangsung di tengah kondisi gelombang tinggi, menunjukkan tantangan yang dihadapi tim penyelamat di perairan Maluku Tengah. Setelah ditemukan oleh kapal yacht Salty Dogz, para korban kemudian dievakuasi lebih lanjut oleh KN SAR Abimanyu menuju Dermaga BRIN Ambon. Mereka diserahkan kepada pihak keluarga setelah mendapatkan penanganan awal.

Kronologi Karamnya KM Teluk Bara di Maluku Tengah

KM Teluk Bara, yang mengangkut material bangunan, bertolak dari Kota Ambon pada pukul 05.00 WIT menuju Kabupaten Buru Selatan. Pelayaran ini awalnya berjalan normal hingga mencapai Perairan Tanjung Alang. Di lokasi tersebut, kapal tiba-tiba dihantam gelombang tinggi yang ekstrem.

Hantaman ombak yang kuat menyebabkan papan kayu di bagian bawah lambung kapal terlepas. Akibatnya, air laut dengan cepat masuk ke dalam badan kapal, membuat KM Teluk Bara kehilangan daya apung. Dalam waktu singkat, kapal tersebut karam dan tenggelam di perairan Maluku Tengah.

Menghadapi situasi darurat ini, seluruh anak buah kapal (ABK) dengan sigap melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Mereka berjuang bertahan di permukaan air dengan berpegangan pada papan kayu dan jerigen air yang terapung. Upaya ini menjadi krusial sebelum bantuan tiba.

Peran Vital Kapal Yacht dan Tim SAR Gabungan dalam Evakuasi

Setelah terombang-ambing selama beberapa jam di laut, delapan awak KM Teluk Bara akhirnya ditemukan oleh kru kapal yacht Salty Dogz berbendera Selandia Baru sekitar pukul 10.00 WIT. Kapal yacht ini secara tak terduga menjadi penyelamat pertama bagi para korban di tengah perairan yang bergejolak. Kru yacht segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para ABK ke atas kapal mereka.

Informasi mengenai keberadaan kapal yacht yang memutar di lokasi kejadian diterima oleh tim darat Basarnas Ambon bersama masyarakat Desa Alang sekitar pukul 11.06 WIT. Guna memastikan informasi tersebut dan melakukan koordinasi, Tim RBB Basarnas Ambon segera dikerahkan menuju kapal yacht. Mereka tiba di lokasi pada pukul 11.26 WIT dan berhasil menemukan seluruh korban dalam keadaan selamat di atas kapal Salty Dogz.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhamad Arafah, mengonfirmasi bahwa setelah koordinasi, delapan korban tersebut dievakuasi dari kapal yacht ke Kapal Negara (KN) SAR Abimanyu. Selanjutnya, KN SAR Abimanyu membawa para korban menuju Dermaga BRIN Ambon untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Operasi evakuasi kapal tenggelam ini berakhir dengan sukses, memastikan keselamatan seluruh awak kapal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi