Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, baru-baru ini menyoroti tantangan signifikan dalam upaya optimalisasi lahan pertanian di wilayahnya. Monitoring dan evaluasi program ketahanan pangan nasional 2026 ini mengungkap kendala utama pada pasokan daya listrik. Permasalahan ini ditemukan di beberapa kecamatan pada Sabtu, 18 Juli.
Program optimalisasi lahan pertanian ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memastikan lahan tetap produktif. Fokus utamanya adalah pemanfaatan irigasi pompa air untuk mengoptimalkan musim tanam, termasuk musim tanam ketiga. Namun, sistem irigasi ini sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang memadai.
Dalam tinjauannya, HM Nursiah menemukan bahwa daya listrik yang tersedia masih kurang untuk menggerakkan pompa air secara optimal. Kondisi ini berpotensi menghambat target 2.500 hektare lahan yang akan dioptimalkan. Beruntungnya, kondisi ini telah disepakati untuk ditangani bersama PLN dan kelompok tani.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Listrik untuk Irigasi Pompa di Lombok Tengah
Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, menjelaskan bahwa program optimalisasi lahan pertanian sangat bergantung pada sumber mata air dan irigasi pompa. "Kami cek, memang daya listrik kurang," kata HM Nursiah di Lombok Tengah, Sabtu, merujuk pada hasil monitoring yang dilakukan. Kendala ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya irigasi dalam menjaga produktivitas lahan.
Fokus utama masalah daya listrik ini teridentifikasi di wilayah Kecamatan Pringgarata. Meskipun demikian, program optimalisasi lahan di kecamatan lain seperti Praya Barat, Praya Barat Daya, dan Pujut dilaporkan berjalan sesuai rencana. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan masalah listrik perlu difokuskan pada area yang terdampak.
Ketersediaan daya listrik yang stabil dan memadai krusial untuk memastikan pompa air dapat beroperasi dengan lancar. Tanpa pasokan listrik yang cukup, efektivitas sistem irigasi pompa akan terganggu. Kondisi ini secara langsung mempengaruhi kemampuan petani untuk mengelola lahan mereka secara optimal.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Pemerintah Daerah dan Solusi Bersama
Menanggapi kendala ini, telah tercapai kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, PLN, dan kelompok tani. Kesepakatan ini bertujuan untuk menambah daya listrik di area yang membutuhkan, khususnya di Kecamatan Pringgarata. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat segera mengatasi hambatan teknis yang ada.
HM Nursiah menegaskan bahwa program optimalisasi lahan ini bertujuan untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif. Pemanfaatan irigasi pompa memungkinkan petani mengoptimalkan musim tanam, termasuk pada musim tanam ketiga (MT III), yang sangat penting untuk peningkatan hasil panen. Ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menunjukkan komitmennya untuk mendukung sektor pertanian secara berkelanjutan. "Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus berkomitmen mendukung sektor pertanian, karena petani yang sejahtera adalah fondasi ketahanan pangan dan kemajuan daerah," ujar HM Nursiah. Dukungan ini mencakup upaya peningkatan infrastruktur pendukung seperti listrik.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Optimalisasi Lahan Pertanian
Keberadaan irigasi pompa yang didukung listrik memadai diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman secara signifikan. Dengan pasokan air yang terjamin, petani dapat menanam lebih dari satu kali dalam setahun, bahkan pada musim kemarau. Ini akan berdampak langsung pada peningkatan produksi pertanian.
Selain itu, irigasi pompa juga berperan penting dalam menjaga ketersediaan air saat musim kemarau panjang. Hal ini meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan, yang seringkali menjadi momok bagi petani. Ketersediaan air yang stabil adalah kunci keberlanjutan pertanian.
Pada akhirnya, upaya optimalisasi lahan pertanian ini diharapkan berdampak positif pada peningkatan hasil panen dan kesejahteraan para petani. Dengan produktivitas yang lebih tinggi dan pendapatan yang stabil, petani dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan fondasi ketahanan pangan yang kuat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews