Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk mengejar ketertinggalan dalam kemajuan kecerdasan buatan (AI) dan robotika. Pernyataan ini disampaikan Airlangga setelah meninjau pameran World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, Tiongkok. Kunjungan tersebut memberinya gambaran langsung mengenai perkembangan pesat teknologi di negara tersebut.
Airlangga menekankan bahwa Tiongkok telah mencapai kemajuan luar biasa dalam penerapan AI dan robotika, sehingga menjadi acuan bagi Indonesia untuk terus berinovasi. Ia menegaskan pentingnya bagi Indonesia untuk tidak tertinggal dalam adopsi dan pengembangan teknologi ini. Hal ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.
Kunjungan kerja ini berlangsung selama WAIC 2026 yang diselenggarakan di Shanghai World Expo Exhibition and Convention Center, dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2026. Acara tahunan yang didirikan pada 2018 ini telah menjadi salah satu pertemuan global terkemuka untuk kecerdasan buatan, komputasi cerdas, dan kecerdasan terwujud.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Kemajuan Teknologi AI dan Robotika Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti kemajuan industri robotika Tiongkok yang luar biasa, menawarkan fleksibilitas tinggi dalam otomatisasi berbagai tugas. Observasi ini memperkuat pandangannya bahwa Indonesia harus bergerak cepat dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi serupa. Langkah ini krusial untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor.
Selama kunjungannya di WAIC 2026, Airlangga menyempatkan diri untuk meninjau beberapa stan pameran, termasuk Unitree Robotics. Unitree Robotics merupakan perusahaan robotika yang berbasis di Hangzhou dan didirikan pada tahun 2016. Pameran ini sendiri melibatkan 1.100 perusahaan yang memamerkan 3.000 produk dan teknologi inovatif.
Pengalaman langsung melihat inovasi terbaru di bidang AI dan robotika diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pengembangan teknologi di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat merumuskan strategi yang lebih efektif untuk mendorong ekosistem inovasi dalam negeri. Ini termasuk mendukung riset dan pengembangan serta adopsi teknologi oleh industri lokal.
Advertisement
Advertisement
Peran WAICO dalam Akselerasi Pengembangan AI Indonesia
Sebelumnya pada Kamis, 16 Juli, Airlangga Hartarto mewakili Indonesia dalam penandatanganan perjanjian pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). Indonesia menjadi salah satu dari 29 anggota pendiri organisasi global tersebut. Keanggotaan ini membuka pintu bagi berbagai peluang kerja sama internasional.
Airlangga mencatat bahwa melalui pemanfaatan WAICO, Indonesia dapat memperluas kesempatan untuk transfer teknologi dan investasi di bidang AI. Organisasi ini juga diharapkan dapat memfasilitasi pengembangan pusat penelitian AI di Indonesia. Ini merupakan langkah penting untuk membangun kapasitas riset dan inovasi domestik.
Selain itu, keikutsertaan dalam WAICO juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing startup lokal serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan akses ke teknologi dan jaringan global, UMKM dan startup dapat berinovasi lebih cepat. Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan.
Advertisement
Advertisement
Laporan untuk Presiden dan Prioritas Masa Depan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berencana untuk segera melaporkan temuan-temuannya dari pameran WAIC kepada Presiden Prabowo Subianto. Laporan ini juga akan mencakup hasil pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Menteri Perdagangan Wang Wentao, dan Menteri Luar Negeri Wang Yi. Informasi ini penting untuk perumusan kebijakan nasional.
Airlangga menegaskan bahwa laporan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan Indonesia tidak tertinggal dalam pengembangan AI di masa depan. Fokus utama akan diberikan pada bidang robotika dan sektor energi terbarukan. Kedua sektor ini dianggap krusial untuk transformasi ekonomi dan keberlanjutan.
Komitmen pemerintah untuk memajukan teknologi ini menunjukkan visi jangka panjang Indonesia dalam menghadapi era digital. Dengan fokus pada AI, robotika, dan energi terbarukan, Indonesia berupaya menciptakan ekosistem inovasi yang kuat. Ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews