New York, Amerika Serikat, menjadi saksi bisu perayaan sejarah sepak bola dunia melalui pameran bertajuk "Legacies of Champions" yang diselenggarakan oleh FIFA Museum. Ekshibisi ini berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00 waktu setempat, bertempat di Gedung 50 Rockefeller Plaza. Acara ini menawarkan pengalaman mendalam bagi para penggemar sepak bola untuk menelusuri perjalanan Piala Dunia dari masa ke masa.
Pameran gratis ini menampilkan berbagai benda bersejarah yang merekam jejak penyelenggaraan Piala Dunia sejak edisi pertama pada tahun 1930 hingga turnamen terakhir di tahun 2022. Pengunjung dapat melihat secara langsung artefak-artefak langka yang menjadi saksi bisu momen-momen tak terlupakan dalam sejarah olahraga paling populer di dunia ini. Ribuan pengunjung diperkirakan memadati lokasi pameran setiap harinya, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap warisan sepak bola global.
Menurut Kepala Komunikasi FIFA Museum, Andreas Alf, pameran ini menyuguhkan koleksi istimewa seperti jaket asli yang dikenakan oleh legenda sepak bola Pele pada Piala Dunia 1962 dan bola resmi Piala Dunia 1986 di Meksiko. Kehadiran benda-benda ikonik ini menjadikan "Legacies of Champions" sebagai destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan napak tilas kejayaan Piala Dunia.
Advertisement
Advertisement
Menguak Jejak Sejarah Piala Dunia di Rockefeller Plaza
Pameran "Legacies of Champions" menempati lantai sembilan Gedung 50 Rockefeller Plaza, New York, dan menjadi daya tarik utama selama perhelatan Piala Dunia 2026. Berbeda dengan pameran FIFA Museum sebelumnya di Miami yang bertema "Unidad-The World's Game" yang membutuhkan dua lantai, ekshibisi di New York ini dirancang lebih ringkas namun tetap komprehensif.
Andreas Alf menegaskan bahwa pameran ini dibuka secara gratis untuk semua orang, sebuah inisiatif yang memungkinkan akses luas bagi penggemar sepak bola dari berbagai kalangan. Kebijakan ini berkontribusi pada tingginya jumlah pengunjung yang mencapai ribuan orang setiap hari, membuktikan daya tarik kuat dari warisan Piala Dunia.
Para pengunjung diajak untuk menjelajahi empat bagian utama pameran, dimulai dengan seksi yang didedikasikan untuk sejarah Piala Dunia sejak 1930. Setiap bagian dirancang untuk membawa pengunjung dalam perjalanan waktu, menghadirkan kembali kenangan dan cerita di balik setiap turnamen.
Advertisement
Advertisement
Koleksi Ikonik dari Era ke Era
Bagian pertama pameran, "FIFA World Cup", menyajikan berbagai benda bersejarah yang mewakili setiap turnamen sejak 1930. Pengunjung dapat melihat poster promosi Piala Dunia 1930 yang langka, jaket latihan Pele dari Piala Dunia 1962, hingga bola resmi Piala Dunia 1970.
Tidak hanya itu, pameran ini juga menampilkan kartu pengenal (ID) asli milik bintang Prancis Zinedine Zidane, serta taktik tendangan sudut yang digunakan oleh pelatih Argentina Lionel Scaloni pada partai final Piala Dunia 2022. Koleksi ini memberikan gambaran detail tentang evolusi permainan dan para tokoh yang membentuknya.
Memorabilia ini tidak hanya sekadar objek, melainkan narator bisu yang menceritakan kisah-kisah heroik, strategi brilian, dan momen-momen emosional yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Piala Dunia. Setiap item dipilih untuk menyoroti kontribusi signifikan dari pemain, pelatih, dan turnamen itu sendiri.
Advertisement
Advertisement
Penghargaan untuk Para Juara dan Simbol Kejayaan
Setelah menelusuri sejarah, pengunjung akan diarahkan ke bagian "The Final", sebuah ruangan dengan layar besar yang memutar cuplikan video final Piala Dunia berdurasi delapan menit. Bagian ini menangkap intensitas dan drama dari panggung terbesar sepak bola dunia.
Selanjutnya, zona "Champions" memberikan penghormatan kepada para pesepak bola yang pernah memenangkan Piala Dunia. Di zona ini, Pele diakui sebagai satu-satunya sosok yang berhasil meraih tiga trofi turnamen empat tahunan tersebut, sebuah rekor yang belum tertandingi.
Bagian "The Symbol of Glory" adalah salah satu sorotan utama, menampilkan trofi Piala Dunia Jules Rimet yang digunakan pada periode 1930-1970. Meskipun yang dipamerkan adalah replika karena trofi aslinya hilang dicuri, penopang atau alasnya yang berwarna biru masih original dan dapat disaksikan langsung oleh pengunjung, menjadikannya benda yang sangat berharga.
Advertisement
Advertisement
Menyongsong Piala Dunia 2026
Mendekati bagian akhir, terdapat area "48 Teams, One Prize" yang menampilkan koleksi jersei seluruh peserta Piala Dunia 2026. Bagian ini secara simbolis merayakan keragaman dan inklusivitas sepak bola global, menyatukan representasi dari berbagai negara yang akan berkompetisi.
Pameran ini juga menyediakan pojok khusus untuk sponsor, mengakui peran penting mereka dalam mendukung penyelenggaraan acara-acara berskala internasional seperti ini. Terakhir, pengunjung dapat melihat bagan Piala Dunia 2026 yang menampilkan semua hasil turnamen, mulai dari penyisihan grup hingga partai final, memberikan gambaran lengkap tentang perjalanan kompetisi.
Kehadiran pameran "Legacies of Champions" ini tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga membangun antusiasme untuk masa depan sepak bola. Dengan menampilkan warisan yang kaya dan menginspirasi, FIFA Museum berhasil menciptakan jembatan antara generasi penggemar dan legenda-legenda olahraga.
Advertisement
Sumber: AntaraNews