Banyuwangi, 02 Agustus – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, secara tegas meminta Pengurus IPSI Banyuwangi untuk menjaga kondusivitas di antara perguruan-perguruan silat yang ada di kabupaten tersebut. Permintaan ini disampaikan Bambang Haryo dalam keterangannya di Banyuwangi pada Minggu (02/8), menekankan pentingnya ketenteraman masyarakat.
Bambang Haryo menitipkan pesan agar tidak terjadi bentrokan atau insiden lain yang dapat mengganggu ketenteraman dan kenyamanan warga. Ia juga menyoroti status Banyuwangi sebagai wilayah pariwisata, mengingatkan agar insiden semacam itu tidak membuat wisatawan menjauhi daerah tersebut. Komitmen menjaga kondusivitas ini menjadi prioritas utama bagi kepengurusan IPSI Banyuwangi.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Bambang Haryo juga berharap Pengurus Kabupaten IPSI Banyuwangi periode 2026-2030 dapat meningkatkan prestasi cabang olahraga pencak silat. Dukungan penuh pun dijanjikan untuk memastikan program peningkatan prestasi dapat berjalan optimal, demi kemajuan olahraga pencak silat di Banyuwangi.
Advertisement
Advertisement
Komitmen Jaga Kondusivitas Antarperguruan Silat
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menekankan pentingnya peran IPSI Banyuwangi dalam menjaga kondusivitas di antara berbagai perguruan silat. Menurut Bambang, hal ini krusial untuk mencegah bentrokan yang dapat mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat. “Kami titipkan agar tidak terjadi bentrok atau apa pun yang bisa mengganggu ketenteraman dan kenyamanan masyarakat, terlebih karena Banyuwangi adalah wilayah pariwisata, jangan sampai dijauhi oleh wisatawan karena hal-hal seperti itu,” kata Bambang.
Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Pengurus Kabupaten IPSI Banyuwangi, Gus Syifa, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah agenda untuk mendorong kondusivitas. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah rutin menggelar silaturahmi bersama para pengurus perguruan silat di Banyuwangi. “Tiap bulan kami akan berkeliling, antarperguruan silat untuk melaksanakan konsolidasi sesama pengurus, dan pastinya ini untuk menjaga kondusivitas,” ujarnya.
Selain itu, IPSI Banyuwangi juga berencana berkolaborasi dengan Polresta Banyuwangi. Gus Syifa menyebutkan akan meminta satu ruang di setiap Polsek untuk dijadikan tempat diskusi bersama para insan pencak silat. Inisiatif ini merupakan bagian dari usaha IPSI Banyuwangi untuk membangun dan mempertahankan kondusivitas di daerah tersebut, menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan dan ketertiban.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Prestasi Atlet Pencak Silat
Di samping fokus pada kondusivitas, Bambang Haryo Soekartono juga berjanji mendukung kepengurusan IPSI Banyuwangi dalam program peningkatan prestasi atlet. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui dana CSR perusahaan, memastikan program peningkatan prestasi dapat berjalan dengan baik. “Kami juga telah menyumbang beberapa sarana untuk pelatihan atlet pencak silat di Banyuwangi, di antaranya berupa samsak dan body protector,” tambah Bambang.
Ketua Pengurus Kabupaten IPSI Banyuwangi, Gus Syifa, juga menargetkan peningkatan prestasi atlet silat. Melalui program-program yang akan dijalankan, ia berharap prestasi pencak silat di Banyuwangi dapat meningkat secara signifikan. Gus Syifa optimistis bahwa target tersebut dapat tercapai, bahkan melebihi capaian sebelumnya.
“Yang sebelumnya satu emas (pada Kejurprov), ke depan kami optimistis bisa dua emas dan seterusnya,” kata Gus Syifa. Target ini menunjukkan ambisi IPSI Banyuwangi untuk membawa nama baik daerah di kancah olahraga pencak silat, tidak hanya dalam hal kondusivitas tetapi juga dalam pencapaian medali.
Advertisement
Sumber: AntaraNews