BRMP Maluku Optimistis Irigasi Perpompaan Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Buru

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku yakin irigasi perpompaan Maluku di Buru akan mendongkrak hasil tani. Simak progres pembangunan infrastruktur vital ini untuk ketahanan pangan!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BRMP Maluku Optimistis Irigasi Perpompaan Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Buru
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku yakin irigasi perpompaan Maluku di Buru akan mendongkrak hasil tani. Simak progres pembangunan infrastruktur vital ini untuk ketahanan pangan! (AntaraNews)

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku menunjukkan optimisme tinggi terhadap peningkatan produktivitas pertanian di wilayahnya. Optimisme ini didasari oleh progres pembangunan irigasi perpompaan (Irpom) yang sedang berjalan di Desa Waenetat, Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru. Proyek infrastruktur vital ini diharapkan mampu menyediakan pasokan air irigasi yang lebih memadai bagi lahan pertanian.

Pembangunan Irpom di Desa Waenetat telah dimulai sejak 27 Juni 2026 dan kini menunjukkan kemajuan yang signifikan. Tim BRMP Maluku secara aktif melakukan peninjauan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Hal ini dilakukan demi mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.

Kepala BRMP Maluku, Gunawan, menyatakan bahwa timnya terus memantau pekerjaan di lapangan. Peninjauan yang dilakukan oleh Basaria Imelda Situmorang dan Mulyadi dari BRMP Maluku, bersama Koordinator Penyuluh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Savana Jaya Suhuri Buton dan penyuluh pertanian Rosita, bertujuan memastikan proyek memberikan dampak positif bagi petani.

Progres Pembangunan Irigasi Perpompaan di Waenetat

Pembangunan irigasi perpompaan di Desa Waenetat menunjukkan progres yang menggembirakan di beberapa titik lokasi. Salah satu lokasi yang dikelola Kelompok Tani Subur 2 telah mencapai sekitar 50 persen penyelesaian. Petani di sana berhasil melakukan pengeboran sumur hingga kedalaman 40 meter.

Keberhasilan pengeboran ini memungkinkan air mengalir secara alami tanpa memerlukan mesin pompa. Kondisi ini sangat menguntungkan karena berpotensi menekan biaya operasional bagi petani. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk bahan bakar minyak (BBM) yang biasanya digunakan untuk mengoperasikan pompa.

Meskipun kedalaman pengeboran melebihi standar operasional pembangunan Irpom, hasil ini memberikan efisiensi luar biasa. Gunawan menekankan pentingnya efisiensi ini untuk keberlanjutan pertanian. Ini adalah langkah maju dalam modernisasi pertanian di Kabupaten Buru.

Distribusi Air dan Peningkatan Intensitas Tanam

Di lokasi Kelompok Tani Ragil Jaya, pembangunan irigasi perpompaan telah mencapai sekitar 70 persen. Pekerjaan utama yang masih berlangsung meliputi pembangunan saluran tersier. Saluran ini memiliki panjang sekitar 250 meter dan merupakan komponen krusial dalam sistem irigasi.

Saluran tersier ini dirancang untuk mendistribusikan air secara merata ke seluruh lahan pertanian. Ketersediaan air yang terjamin akan mendukung peningkatan intensitas tanam. Dengan pasokan air yang stabil, petani dapat menanam lebih sering dalam setahun, sehingga meningkatkan produktivitas lahan.

Gunawan berharap saluran ini mampu menjamin ketersediaan air secara optimal di seluruh area pertanian. Dengan demikian, hasil produksi petani di wilayah setempat diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan petani dan ketahanan pangan lokal.

Komitmen BRMP Maluku untuk Ketahanan Pangan

BRMP Maluku menargetkan pembangunan Irpom dapat segera rampung dan memberikan manfaat maksimal bagi petani. Infrastruktur irigasi yang efektif dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Buru. Keberadaan Irpom akan memperkuat ketahanan pangan daerah secara keseluruhan.

Lembaga ini juga berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif bersama penyuluh pertanian. Tujuannya adalah memastikan sarana irigasi yang telah dibangun dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Pendampingan ini penting untuk keberlanjutan operasional dan pemeliharaan sistem irigasi.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, BRMP Maluku berharap produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, efisiensi usaha tani dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan juga akan tercapai. Ini adalah wujud nyata dukungan pemerintah kepada sektor pertanian dalam upaya mencapai swasembada pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi