Bupati Kudus Gencarkan Promosi Wisata Pegunungan Kudus Lewat 'Muncak Bareng

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris memimpin ratusan warga dalam kegiatan 'Muncak Bareng' di Puncak Songolikur, Desa Wisata Rahtawu, untuk menggenjot Promosi Wisata Pegunungan Kudus dan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Kudus Gencarkan Promosi Wisata Pegunungan Kudus Lewat 'Muncak Bareng
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris memimpin ratusan warga dalam kegiatan 'Muncak Bareng' di Puncak Songolikur, Desa Wisata Rahtawu, untuk menggenjot Promosi Wisata Pegunungan Kudus dan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris memimpin langsung kegiatan "Muncak Bareng Masyarakat" di Puncak Songolikur, Desa Wisata Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, pada Sabtu (18/7). Acara ini bertujuan untuk mempromosikan potensi Wisata Pegunungan Kudus, khususnya Pegunungan Muria. Ratusan warga turut serta mendaki puncak setinggi 1.602 MDPL ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata melalui kombinasi olahraga dan rekreasi. Tim medis disiagakan untuk memastikan kesehatan para pendaki, menjamin keamanan selama perjalanan. Inisiatif ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung ke destinasi wisata alam di Kudus.

Kehadiran Bupati Sam'ani Intakoris bersama istri dan anaknya, serta didampingi Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie dan jajaran Kepolisian Resor Kudus, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Mereka bersama-sama menaklukkan jalur pendakian yang terjal dan curam, memberikan contoh nyata semangat kebersamaan.

Menggugah Semangat Petualangan di Puncak Songolikur

Kegiatan "Muncak Bareng Masyarakat" yang diprakarsai Bupati Kudus Sam'ani Intakoris berhasil menarik perhatian ratusan warga. Mereka berbondong-bondong mendaki Puncak Songolikur, salah satu destinasi menarik di Pegunungan Muria Kudus. Antusiasme ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas luar ruang dan keindahan alam.

Puncak Songolikur, dengan ketinggian 1.602 meter di atas permukaan laut, menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Jalur pendakian yang menantang, dengan kanan dan kiri berupa jurang yang dalam, menjadi daya tarik tersendiri bagi para petualang. Keamanan pendaki menjadi prioritas utama dengan disediakannya tim medis di lokasi.

Partisipasi aktif dari Bupati Kudus beserta keluarga dan jajaran Komandan Kodim serta Kepolisian Resor Kudus memberikan nilai tambah pada acara ini. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tetapi juga sebagai ajakan langsung kepada masyarakat. Ini memperkuat citra positif dalam upaya Promosi Wisata Pegunungan Kudus.

Pesan Bupati untuk Pariwisata Berkelanjutan

Setibanya di Puncak Songolikur, Bupati Sam'ani Intakoris menyampaikan harapannya agar warga Kudus dapat menjadi tuan rumah yang ramah. Keramahan terhadap wisatawan, termasuk para pendaki gunung, menjadi kunci utama dalam mengembangkan sektor pariwisata. Ini akan menciptakan pengalaman positif bagi setiap pengunjung.

Selain keramahan, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan objek wisata. Lingkungan yang bersih dan alami adalah daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan keindahan alam. Ajakan untuk tidak membuang sampah sembarangan di Pegunungan Muria menjadi seruan penting.

Dengan lingkungan yang terjaga kebersihannya, potensi wisata akan semakin meningkat dan menarik lebih banyak pengunjung. Hal ini secara langsung akan berdampak positif pada pelaku usaha lokal. Warung-warung makan dan pedagang di setiap pos menuju puncak diharapkan dapat merasakan peningkatan pendapatan.

Dampak Ekonomi dan Antusiasme Pedagang Lokal

Kegiatan "Muncak Bareng Bupati Kudus" tidak hanya sukses dalam menarik minat pendaki, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan. Sulasmi, pemilik warung makan di Puncak Songolikur, mengungkapkan rasa senangnya atas ramainya pengunjung. "Biasanya, banyak pendaki saat malam suro karena banyak yang sowan ke petilasan di puncak pegunungan. Pendakinya tentu orang tua. Sedangkan saat akhir pekan anak-anak muda," ujarnya. Dagangannya menjadi laris manis berkat jumlah pendaki yang cukup banyak.

Menurut Sulasmi, biasanya puncak keramaian pendaki terjadi saat malam Suro, di mana banyak orang tua berziarah ke petilasan. Namun, kegiatan ini berhasil menarik keramaian serupa, bahkan dengan dominasi anak-anak muda di akhir pekan. Ini menunjukkan potensi besar untuk menarik segmen wisatawan yang lebih luas.

Keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa Promosi Wisata Pegunungan Kudus melalui kegiatan langsung sangat efektif. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat lokal dapat menciptakan sinergi positif. Ini tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata tetapi juga menggerakkan roda perekonomian di sekitar destinasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi