Ditjenpas Jambi Gelar Khitan dan CKG Massal, Pererat Hubungan dengan Masyarakat

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi sukses menyelenggarakan khitan dan CKG massal bagi anak warga binaan serta masyarakat sekitar Lapas Narkotika Muara Sabak, memperkuat sinergi sosial.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ditjenpas Jambi Gelar Khitan dan CKG Massal, Pererat Hubungan dengan Masyarakat
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi sukses menyelenggarakan khitan dan CKG massal bagi anak warga binaan serta masyarakat sekitar Lapas Narkotika Muara Sabak, memperkuat sinergi sosial. (AntaraNews)

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi sukses menggelar kegiatan sosial berupa khitan dan cek kesehatan gratis (CKG) massal pada Sabtu, 18 Juli 2026. Acara ini berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, melibatkan anak-anak warga binaan serta masyarakat sekitar lapas.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari program aksi Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang diterjemahkan langsung oleh Ditjenpas Jambi untuk hadir dan melayani masyarakat. Tujuannya tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar di bidang kesehatan, tetapi juga memastikan warga di lingkungan kerja lapas senantiasa dalam kondisi sehat.

Melalui inisiatif ini, Ditjenpas Jambi berupaya mempererat jalinan komunikasi dan hubungan baik antara instansi pemasyarakatan dengan warga sekitar. Pendekatan humanis ini diharapkan mampu mengurangi stigma negatif serta rasa canggung masyarakat terhadap keberadaan lembaga pemasyarakatan di wilayah tersebut.

Sinergi Ditjenpas Jambi untuk Kesehatan Masyarakat

Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menjelaskan bahwa kegiatan khitan dan CKG massal ini merupakan implementasi langsung dari program pimpinan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di sekitar Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak.

Gumilar menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan hanya sekadar bantuan kesehatan, melainkan juga upaya untuk memastikan seluruh warga di sekitar lapas berada dalam kondisi prima. Ini sejalan dengan visi kementerian untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan harmonis antara lembaga pemasyarakatan dengan komunitas lokal.

Lebih lanjut, kegiatan ini berfungsi sebagai jembatan penting untuk membangun komunikasi yang lebih baik dan memperkuat ikatan antara petugas pemasyarakatan dengan masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih humanis, diharapkan persepsi negatif terhadap lapas dapat terkikis dan digantikan dengan hubungan yang lebih positif.

Kolaborasi Berbagai Pihak dalam Bhakti Sosial

Ketua Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (Pipas) Provinsi Jambi, Septi Gumilar, menambahkan bahwa kegiatan bhakti sosial ini melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai instansi. Pihak-pihak yang turut serta antara lain Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Tanjung Jabung Timur, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta Dinas Kesehatan setempat.

Dalam kesempatan ini, CKG massal berhasil menjangkau 100 orang yang terdiri dari masyarakat sekitar dan pegawai lapas. Selain itu, empat anak dari Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, yang berlokasi dekat lembaga pemasyarakatan, turut menjadi peserta dalam program khitanan gratis ini.

Septi Gumilar berharap, kegiatan semacam ini dapat terus dikolaborasikan dengan seluruh jajaran di masa mendatang. Menurutnya, inisiatif seperti khitan dan CKG massal sangat bermanfaat bagi warga sekitar lapas dan juga para pegawai, sehingga perlu terus dilanjutkan dan dikembangkan.

Antusiasme dan Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat jelas dari respons positif yang diterima. Sartini, seorang ibu rumah tangga dari Desa Suka Maju, mengungkapkan rasa terima kasihnya karena terbantu dengan adanya CKG massal yang diselenggarakan oleh pihak lapas.

Sartini menuturkan, kegiatan ini memudahkannya untuk mengontrol kondisi kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit atau klinik. Ia merasa sangat terbantu, terutama karena keluhan asam urat yang sudah lama tidak diperiksakan, kini bisa mendapatkan penanganan.

Hal senada disampaikan oleh Sutarman, ayah dari Nur Ikhsan, salah satu peserta khitan. Ia mengaku sangat gembira dengan adanya program sunatan gratis ini. "Anak saya kebetulan mau disunat, jadi langsung saya daftarkan ke program ini. Senanglah, tidak bayar, apalagi pulangnya dapat bingkisan," ujarnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi