VinFast Siap Rakit Motor Listrik di Pabrik Subang Mulai 2027, Perkuat Pasar Indonesia

VinFast akan memulai perakitan motor listriknya di Subang pada 2027. Simak strategi VinFast memperkuat penetrasi pasar motor listrik Indonesia yang menjanjikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
VinFast Siap Rakit Motor Listrik di Pabrik Subang Mulai 2027, Perkuat Pasar Indonesia
VinFast akan memulai perakitan motor listriknya di Subang pada 2027. Simak strategi VinFast memperkuat penetrasi pasar motor listrik Indonesia yang menjanjikan. (AntaraNews)

VinFast, jenama otomotif asal Vietnam, memastikan rencana produksi motor listrik di fasilitas perakitan Subang, Jawa Barat. Produksi ini akan dimulai pada tahun 2027. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat posisi VinFast di pasar kendaraan roda dua listrik Indonesia.

Chief Executive Officer VinFast Indonesia E-Motocycle, Yordan Satriadi, menjelaskan persiapan skema Completely Knocked Down (CKD) di Subang. "Untuk sementara, tahun ini kita masih semuanya CBU tapi nanti kita akan CKD-nya itu di Subang. Rencananya itu tahun depan, tahun 2027," kata Yordan saat ditemui di Jakarta Barat. Pernyataan ini disampaikan usai peluncuran motor listrik VinFast.

Keputusan merakit motor listrik di dalam negeri menunjukkan komitmen VinFast terhadap pasar Indonesia yang prospektif. Potensi pasar sepeda motor mencapai lebih dari enam juta unit per tahun. VinFast melihat peluang besar untuk mengembangkan bisnis dan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Strategi VinFast Memperkuat Pasar Motor Listrik

VinFast secara resmi merambah pasar motor listrik Indonesia dengan meluncurkan tiga model terbaru. Model-model tersebut adalah VinFast Evo, VinFast Feliz II, dan VinFast Viper. Peluncuran ini menjadi penanda keseriusan VinFast dalam bersaing di segmen kendaraan roda dua listrik.

Untuk menarik minat konsumen, VinFast menawarkan harga kompetitif untuk jajaran motor listriknya. VinFast Evo dibanderol dengan harga OTR Jakarta Rp17,5 juta. Feliz II seharga Rp18,5 juta, dan Viper seharga Rp22 juta. Harga tersebut berlaku dengan skema berlangganan baterai.

Selain menyasar konsumen individu, VinFast juga membuka peluang kemitraan bisnis yang luas. Perusahaan ini siap menjalin kerja sama untuk kebutuhan kendaraan operasional perusahaan maupun layanan transportasi daring berbasis aplikasi.

"Kita terbuka buat semua. Jadi semuanya itu kita bisa serap, kita terbuka siapapun yang mau memiliki kendaraan kita buat armada perusahaan, buat ride hailing (aplikasi transportasi daring), kita bisa bekerja sama," ujar Yordan.

Ekosistem dan Jaringan Penukaran Baterai VinFast

Sebagai upaya mendukung penggunaan motor listrik, VinFast tidak hanya fokus pada produksi dan penjualan unit. Perusahaan ini juga aktif memperluas ekosistem kendaraan listrik melalui pengembangan jaringan penukaran baterai yang masif. Ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi kunci utama adopsi kendaraan listrik di masyarakat.

VinFast, bekerja sama dengan V-Green, telah berhasil mengoperasikan lebih dari 2.000 titik stasiun penukaran baterai. Jaringan ini tersebar luas di wilayah Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa. Ekspansi jaringan ini bertujuan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna motor listrik VinFast.

Yordan Satriadi mengungkapkan optimisme VinFast terhadap pasar Indonesia. "Di Indonesia ini pasarnya besar, per tahun itu lebih dari enam juta. Ini sesuatu yang sangat menarik buat bisnis roda dua di Indonesia," katanya. Kombinasi produksi dalam negeri, perluasan jaringan penukaran baterai, dan pengembangan ekosistem akan memperkuat penetrasi VinFast. Perusahaan yakin akan sukses di pasar motor listrik Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi