Pasar Digital RI Paling Menjanjikan, Belanja Iklan DIprediksi Tumbuh Berlipat Ganda

Indonesia memiliki modal besar berupa populasi muda dengan tingkat adopsi teknologi yang sangat cepat. Indonesia juga kerap mencatat pertumbuhan yang melampaui berbagai hasil riset maupun proyeksi.

Winda Nelfira
Oleh Winda Nelfira - Reporter
Pasar Digital RI Paling Menjanjikan, Belanja Iklan DIprediksi Tumbuh Berlipat Ganda
MMA Marketing Talk Indonesia 2026 di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026). (Liputan6.com/Winda)

CEO Marketing + Media Alliance Asia Pasifik (MMA APAC), Rohit Dadwal memproyeksikan belanja iklan di Indonesia akan tumbuh berlipat ganda dalam lima tahun ke depan. Hal ini seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital dan semakin tingginya adopsi teknologi di Tanah Air.

Rohit mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pasar digital paling menjanjikan di kawasan Asia Pasifik. Bahkan, menurut dia pertumbuhan tersebut berpotensi melampaui berbagai proyeksi yang ada.

"Kami sudah memproyeksikan belanja iklan akan berlipat ganda dalam lima tahun ke depan. Belanja digital dan adopsi digital juga akan berlipat ganda," kata Rohit dalam acara MMA Marketing Talk Indonesia 2026 di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (17/7).

Rohit menjelaskan, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan tersebut tidak hanya tercermin dari nilai ekonomi, tetapi juga meningkatnya jangkauan, kemampuan teknologi, dan pemahaman terhadap perilaku konsumen.

"Ekonomi digital di sini sedang berkembang, diperkirakan akan berlipat ganda dalam lima tahun ke depan. Ini bukan hanya soal nilai dolar, tapi juga soal jangkauan, kapabilitas, dan pengindeksan dalam memahami perilaku konsumen,” ujarnya.

Ia menerangkan Indonesia memiliki modal besar berupa populasi muda dengan tingkat adopsi teknologi yang sangat cepat. Rohit bercerita, berdasarkan pengalamannya, Indonesia juga kerap mencatat pertumbuhan yang melampaui berbagai hasil riset maupun proyeksi.

“Dengan populasi yang terus tumbuh ini, ini adalah populasi yang sangat muda. Teknologi maju sangat cepat, dan juga diadopsi lebih cepat dari itu,” kata Rohit.

“Setiap kali Anda menoleh ke belakang dalam sejarah 10 tahun terakhir, setiap tahun Indonesia selalu melampaui ekspektasi dari penelitian dan perkiraan mana pun,” lanjutnya.

Harus Diikuti Investasi yang Tepat

Meski begitu, Rohit bilang potensi tersebut juga harus diikuti dengan investasi yang tepat, mulai dari pengembangan talenta hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Pasalnya, kata dia pelaku industri juga perlu memperluas jangkauan pasar ke luar Jakarta yang memiliki potensi besar, namun belum terjamah.

"Kita perlu berinvestasi pada bakat, kita perlu berinvestasi pada AI, dan kita harus melihat melampaui Jakarta," ucapnya.

Selain itu, Rohit mengatakan video digital dan social commerce akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri pemasaran Indonesia. Ia menyebut belanja pemasaran di Indonesia saat ini juga sudah berada di atas rata-rata kawasan Asia Pasifik.

"Investasi Indonesia jauh lebih tinggi daripada beberapa pasar tetangga lainnya. Bahkan persentase anggaran pemasaran berada di sisi yang lebih tinggi di Indonesia," kata Rohit.

Rekomendasi