Bandarlampung Expo 2026 resmi dibuka, berlangsung selama sepekan penuh mulai tanggal 17 hingga 24 Juli 2026 di Kota Bandarlampung. Acara tahunan ini kembali menjadi sorotan sebagai ajang strategis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan masyarakat luas.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa Bandarlampung Expo bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen efektif. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas akses pasar serta mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Lampung.
Interaksi yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin responsif. Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap arah pembangunan yang tengah dijalankan oleh pemerintah provinsi.
Advertisement
Advertisement
Bandarlampung Expo sebagai Katalisator Ekonomi Lokal
Bandarlampung Expo telah membuktikan diri sebagai penggerak vital bagi ekonomi daerah, terutama melalui promosi dan transaksi produk unggulan UMKM. Berbagai hasil karya masyarakat serta produk ekonomi kreatif dari beragam daerah turut dipamerkan di sini.
Keberagaman produk yang ditampilkan secara jelas menunjukkan bahwa UMKM Lampung terus berkembang pesat. Kualitas dan daya saing mereka semakin baik, memberikan manfaat ekonomi secara nyata bagi masyarakat.
Pada penyelenggaraan Bandarlampung Expo 2025, nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai Rp2,1 miliar. Angka ini melampaui target yang telah ditetapkan, menandakan efektivitas acara dalam memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Advertisement
Marindo Kurniawan berharap seluruh aktivitas ekonomi dan transaksi selama Bandarlampung Expo 2026 dapat didokumentasikan dengan tertib. Pencatatan yang terukur dan transparan sangat penting untuk evaluasi serta perencanaan ke depan.
Advertisement
Mempromosikan Pariwisata dan Kekayaan Budaya Lampung
Melalui kolaborasi erat dengan Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Bandarlampung Expo juga berfungsi sebagai etalase promosi yang komprehensif. Destinasi wisata, seni budaya, ekonomi kreatif, desa wisata, dan kuliner khas Lampung diperkenalkan kepada masyarakat luas maupun calon investor.
Berbagai pertunjukan seni budaya dan pameran ekonomi kreatif yang ditampilkan menjadi bukti nyata kekayaan budaya Lampung. Marindo Kurniawan menyatakan bahwa kekayaan ini layak diperkenalkan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.
Perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan tiga sektor yang saling menguatkan. Sektor-sektor ini menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Bandarlampung: Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Provinsi
Kota Bandarlampung, sebagai ibu kota provinsi, memiliki posisi yang sangat strategis dalam konteks pembangunan daerah. Kota ini berfungsi sebagai pusat perdagangan, jasa, pariwisata, dan investasi yang vital.
Peran Bandarlampung sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung sangatlah signifikan. Keberadaannya menjadi pendorong utama bagi sektor-sektor ekonomi lainnya untuk berkembang.
Bandarlampung Expo 2026 sendiri melibatkan partisipasi aktif dari 41 stan instansi pemerintah dan 50 tenant UMKM. Jumlah partisipan ini menunjukkan skala dan dampak luas dari penyelenggaraan acara tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews