Pemprov Bengkulu Dorong Ekonomi Lokal: 36 UMKM Berpartisipasi di Nobar Final Piala Dunia 2026

Pemerintah Provinsi Bengkulu memfasilitasi 36 UMKM Bengkulu untuk berjualan di area bazar nonton bareng final Piala Dunia 2026, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Bengkulu Dorong Ekonomi Lokal: 36 UMKM Berpartisipasi di Nobar Final Piala Dunia 2026
Pemerintah Provinsi Bengkulu memfasilitasi 36 UMKM Bengkulu untuk berjualan di area bazar nonton bareng final Piala Dunia 2026, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan dengan memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 36 UMKM diberi kesempatan untuk berjualan di area bazar pada acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026. Kegiatan ini berlangsung di Bengkulu pada hari Minggu, menarik perhatian banyak warga.

Inisiatif ini bertujuan ganda, yaitu memberikan hiburan bagi masyarakat sekaligus menciptakan dampak ekonomi positif bagi pengusaha lokal. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyatakan bahwa penyediaan lapak gratis bagi UMKM ini difasilitasi oleh Baznas. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat sektor UMKM di wilayah tersebut.

Melalui bazar ini, para pelaku UMKM Bengkulu dapat mempromosikan produk mereka secara langsung kepada ribuan penonton yang hadir. Antusiasme tinggi dari masyarakat diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan pasar bagi produk-produk lokal. Ini menjadi momentum penting bagi pengembangan UMKM.

Dorongan Ekonomi Lokal Melalui Partisipasi UMKM Bengkulu

Keterlibatan 36 UMKM Bengkulu dalam kegiatan nobar final Piala Dunia 2026 merupakan bukti nyata dukungan Pemprov Bengkulu terhadap ekonomi kerakyatan. Lapak-lapak bazar disediakan secara gratis, memungkinkan para pelaku usaha untuk memaksimalkan keuntungan tanpa beban biaya sewa. Kebijakan ini sangat membantu UMKM dalam meningkatkan visibilitas produk mereka.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menekankan bahwa bazar ini adalah upaya pemerintah daerah agar acara nobar tidak hanya menjadi hiburan. Lebih dari itu, kegiatan ini harus memberikan dampak ekonomi konkret bagi pelaku usaha lokal di Bengkulu. Ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif.

Momentum keramaian penonton final Piala Dunia menjadi peluang emas bagi UMKM untuk memperluas pemasaran produk. Diharapkan, para pelaku usaha dapat menarik pelanggan baru dan membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Hal ini penting untuk keberlanjutan dan pertumbuhan usaha mereka.

Antusiasme Masyarakat dan Kolaborasi Penyelenggara Nobar Piala Dunia

Antusiasme masyarakat Bengkulu terhadap nobar final Piala Dunia 2026 sangat tinggi, dengan TVRI Bengkulu mencatat lebih dari 120 titik nobar tersebar di seluruh kabupaten dan kota. Data sementara menunjukkan peningkatan jumlah penonton menjelang partai puncak. Ini menciptakan suasana meriah di seluruh provinsi.

Pada pertandingan semifinal, lokasi nobar yang difasilitasi TVRI Bengkulu saja berhasil menarik lebih dari 1.000 penonton. Ketua Tim Perencana dan Pengendali Pengembangan Usaha TVRI Bengkulu, Jusarman, menyoroti besarnya minat publik. Fenomena ini menunjukkan daya tarik Piala Dunia sebagai ajang pemersatu.

Untuk mendukung kelancaran acara, TVRI Bengkulu berkolaborasi dengan berbagai pihak. Mitra kolaborasi meliputi RRI Bengkulu, LKBN ANTARA Biro Bengkulu, Telkomsel, PLN, TNI, dan Polri. Kerja sama ini memastikan aspek keamanan, komunikasi, dan pasokan listrik terjaga dengan baik.

Sinergi untuk Keamanan dan Kenyamanan Acara

Kolaborasi antara TVRI Bengkulu dan berbagai instansi pemerintah serta swasta menjadi kunci sukses penyelenggaraan nobar. Data lokasi nobar telah disampaikan kepada kepolisian untuk memastikan pengamanan yang optimal. Keamanan menjadi prioritas utama demi kenyamanan seluruh pengunjung.

Selain itu, informasi lokasi nobar juga dikoordinasikan dengan PLN guna menjamin pasokan listrik yang stabil selama acara berlangsung. Hal ini krusial untuk menghindari gangguan teknis yang dapat mengurangi kenyamanan penonton. Koordinasi yang baik memastikan semua persiapan berjalan lancar.

Kegiatan nobar final Piala Dunia ini tidak hanya menawarkan hiburan sepak bola dan bazar UMKM, tetapi juga dirangkai dengan kegiatan sosial. Acara doa bersama dan santunan anak yatim turut melengkapi kemeriahan, menambah nilai positif bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa acara publik dapat memiliki dimensi sosial yang kuat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi