Pasar Murah Pamekasan: Pemprov Jatim Intervensi Harga Sembako dan Dukung UMKM

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di Pamekasan sebagai langkah strategis untuk menekan kenaikan harga sembako dan sekaligus mendukung pemasaran produk UMKM lokal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pasar Murah Pamekasan: Pemprov Jatim Intervensi Harga Sembako dan Dukung UMKM
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah di Pamekasan sebagai langkah strategis untuk menekan kenaikan harga sembako dan sekaligus mendukung pemasaran produk UMKM lokal. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Kali ini, Pemprov Jatim menggelar pasar murah di Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Sabtu, 19 Juli, untuk mengatasi kenaikan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok. Inisiatif ini bertujuan ganda, yakni menekan inflasi dan memastikan ketersediaan komoditas esensial bagi warga.

Acara pasar murah tersebut berlangsung meriah di halaman Kecamatan Larangan, Pamekasan, menarik perhatian banyak warga yang antusias. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung untuk membuka kegiatan dan berinteraksi dengan masyarakat serta pelaku usaha. Kehadiran pasar murah ini menjadi angin segar di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap membebani masyarakat.

Lebih dari sekadar menstabilkan harga, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan platform bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memasarkan produk-produk unggulan mereka secara langsung kepada konsumen. Dengan demikian, pasar murah ini tidak hanya meringankan beban pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian lokal.

Upaya Stabilisasi Harga Bahan Pokok di Pamekasan

Intervensi pemerintah melalui pasar murah menjadi langkah krusial dalam mengendalikan harga komoditas yang cenderung terus merangkak naik. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa fokus utama dari kegiatan ini adalah untuk menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai komoditas penting disediakan dengan harga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan harga pasar umum.

Dalam pasar murah Pamekasan ini, masyarakat dapat membeli beras premium seharga Rp14 ribu per kilogram dan beras SPHP seharga Rp11 ribu per kilogram. Selain itu, minyak goreng ditawarkan dengan harga Rp13 ribu per liter, gula pasir Rp14 ribu per kilogram, dan tepung terigu Rp10 ribu per kilogram. Harga-harga ini secara signifikan lebih murah, memberikan keuntungan langsung bagi konsumen.

Tidak hanya itu, komoditas protein seperti telur dijual seharga Rp22 ribu per kemasan dan daging ayam Rp30 ribu per kemasan. Bumbu dapur seperti bawang putih tersedia seharga Rp6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, dan cabai Rp5 ribu per 200 gram. Perbedaan harga yang mencolok ini secara langsung membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di Pamekasan.

Dukungan UMKM dan Pengendalian Inflasi

Pasar murah ini juga berperan penting dalam mendukung ekosistem UMKM di Pamekasan. Dengan menyediakan wadah bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka, Pemprov Jatim turut berkontribusi dalam peningkatan pendapatan dan keberlanjutan usaha mikro di wilayah tersebut. Gubernur Khofifah secara langsung berdialog dengan para pedagang dan menyapa pembeli, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dinamika pasar.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng. Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus memperbarui data harga di pasar dan segera melakukan intervensi jika terjadi kenaikan harga yang signifikan. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menekan laju inflasi daerah.

Pemantauan harga secara berkala dan intervensi yang cepat menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Melalui pasar murah Pamekasan, pemerintah berupaya memastikan bahwa pasokan kebutuhan pokok tetap aman, distribusinya lancar, dan harganya terkendali dengan baik, sehingga masyarakat tidak terbebani oleh gejolak harga.

Sinergi Pemerintah untuk Ketahanan Pangan

Gubernur Khofifah lebih lanjut menjelaskan bahwa sinergi antara Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten (pemkab), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan terus diperkuat. Kolaborasi ini dianggap sebagai kunci utama dalam mengendalikan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di seluruh Jawa Timur. Kerjasama lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan sistem ketahanan pangan yang lebih kokoh.

Melalui penguatan sinergi ini, pemerintah bertujuan untuk mencapai beberapa target penting. Pertama, memastikan pasokan kebutuhan pokok selalu aman dan mencukupi untuk seluruh masyarakat. Kedua, menjamin kelancaran distribusi barang dari produsen ke konsumen tanpa hambatan yang berarti. Ketiga, menjaga harga komoditas tetap stabil dan terjangkau, khususnya di daerah-daerah yang rentan terhadap gejolak harga.

Komitmen terhadap sinergi ini mencerminkan pendekatan holistik pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi. Dengan adanya koordinasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan upaya-upaya seperti pasar murah Pamekasan dapat terus dilakukan secara efektif dan berkelanjutan, memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Jawa Timur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi