KAI Sumatera Catat Lonjakan Pelanggan 11,35 Persen di Semester I 2026, Lampaui 3,8 Juta Orang

PT KAI (Persero) mengumumkan peningkatan signifikan jumlah pelanggan KAI Sumatera hingga 11,35 persen pada Semester I 2026, mencapai 3,82 juta orang, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi kereta api.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KAI Sumatera Catat Lonjakan Pelanggan 11,35 Persen di Semester I 2026, Lampaui 3,8 Juta Orang
PT KAI (Persero) mengumumkan peningkatan signifikan jumlah pelanggan KAI Sumatera hingga 11,35 persen pada Semester I 2026, mencapai 3,82 juta orang, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi kereta api. (AntaraNews)

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berhasil mencatat peningkatan jumlah pelanggan yang signifikan di wilayah Sumatera selama Semester I tahun 2026. Sebanyak 3.818.770 pelanggan telah menggunakan layanan kereta api jarak jauh dan lokal di empat divisi regional (Divre) Sumatera. Peningkatan ini menunjukkan tren positif penggunaan transportasi massal berbasis rel di pulau tersebut.

Angka tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 11,35 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu Semester I tahun 2025, yang mencatat 3.429.603 pelanggan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengonfirmasi data ini di Jakarta pada Sabtu. Kenaikan ini menegaskan peran vital kereta api dalam mobilitas masyarakat.

Peningkatan jumlah pelanggan ini secara jelas memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap perjalanan berbasis rel di berbagai wilayah Sumatera. Kereta api telah menjadi bagian integral dari aktivitas sehari-hari, mendukung berbagai keperluan seperti bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, hingga berwisata.

Pertumbuhan Signifikan di Seluruh Divre KAI Sumatera

Kenaikan jumlah pelanggan KAI tidak hanya terpusat pada satu wilayah, melainkan tercatat di seluruh divisi regional KAI yang beroperasi di Sumatera. Hal ini mengindikasikan bahwa minat dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api terus meningkat secara merata. Setiap wilayah menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

Divre I Sumatera Utara menjadi kontributor terbesar dengan melayani 1.390.985 pelanggan, meningkat 4,7 persen dari 1.328.370 pelanggan pada Semester I-2025. Angka ini menyoroti peran penting kereta api dalam mendukung mobilitas di salah satu provinsi terpadat di Sumatera.

Sementara itu, Divre II Sumatera Barat mencatat kenaikan tertinggi secara persentase, yaitu 17,6 persen, dengan 1.142.466 pelanggan dari sebelumnya 971.845 pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan potensi besar pengembangan layanan kereta api di wilayah tersebut.

Divre III Palembang juga mengalami peningkatan dengan 603.967 pelanggan, naik 10,8 persen dibandingkan 545.326 pelanggan. Divre IV Tanjungkarang tidak ketinggalan, mencatat 681.352 pelanggan, naik 16,7 persen dari 584.062 pelanggan.

Kereta Api Sebagai Penopang Aktivitas Masyarakat

Kenaikan di seluruh wilayah ini menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan berbasis rel hadir pada berbagai karakter geografis dan aktivitas masyarakat. Di Sumatera Utara, layanan kereta api secara efektif mendukung perjalanan antarkota serta mobilitas masyarakat menuju Medan dan kawasan sekitarnya. Ini memfasilitasi konektivitas regional yang vital.

Di Sumatera Barat, kereta api berperan penting dalam perjalanan masyarakat menuju pusat Kota Padang, kawasan pendidikan, tempat usaha, Bandara Internasional Minangkabau, serta destinasi wisata di wilayah pesisir dan perbukitan. Kereta api menjadi tulang punggung mobilitas untuk berbagai segmen masyarakat.

Pada wilayah layanan Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang, kereta api mendukung perjalanan antarkota di Sumatera bagian selatan. Pelanggan berasal dari beragam latar kebutuhan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kunjungan keluarga, hingga perjalanan wisata. Ini menunjukkan fleksibilitas dan adaptabilitas layanan KAI.

Anne Purba menambahkan, "Data setiap divre memperlihatkan bahwa kereta api mempunyai fungsi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ada pelanggan yang menggunakannya setiap hari, ada yang bepergian antarkota, dan ada pula yang memilih kereta api untuk menikmati perjalanan bersama keluarga." Pernyataan ini menggarisbawahi kedekatan KAI dengan denyut nadi kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Konektivitas dan Peran Strategis KAI di Sumatera

Wilayah operasi KAI di Sumatera dikelola melalui Divre I Sumatera Utara, Divre II Sumatera Barat, Divre III Palembang, dan Divre IV Tanjungkarang. Jaringan regional ini dirancang untuk melayani kebutuhan masyarakat sesuai karakter wilayah dan lintas operasional masing-masing. KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan di setiap daerah.

Pada sejumlah perjalanan, kereta api memberikan akses vital menuju pusat pemerintahan, kawasan usaha, pasar, sekolah, kampus, fasilitas kesehatan, bandara, serta daerah wisata. Keterhubungan ini sangat membantu masyarakat dalam menjalankan aktivitas sosial dan ekonomi mereka. Jadwal perjalanan yang terencana juga menambah efisiensi.

Ketersediaan transportasi kereta api yang handal dan terjangkau menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan regional. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memilih kereta api, diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya dan mendukung pembangunan berkelanjutan. KAI berkomitmen untuk terus berinovasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi