Upah nominal pekerja di Jepang meningkat 4,6% secara tahunan pada September 2026, laju tercepat sejak 1997 menurut Kementerian Tenaga Kerja. Mengutip The Japan Times, Jumat (6/11/2026), momentum ini memperkuat peluang Bank of Japan (BOJ) untuk kembali menaikkan suku bunga, berpotensi sedini Desember.
Selain itu, upah pokok tercatat naik 3,7%. Indikator yang lebih stabil dengan mengecualikan bonus, lembur, dan distorsi pengambilan sampel menunjukkan kenaikan 3,1% bagi pekerja penuh waktu, yang menjadi rekor tertinggi untuk ukuran tersebut.
Pendapatan tunai riil, yakni pendapatan yang telah disesuaikan dengan inflasi dan tidak memasukkan biaya sewa, tumbuh 2,2% secara tahunan.
Capaian ini lebih tinggi daripada Agustus yang direvisi menjadi 1,6% dan melampaui perkiraan konsensus ekonom sebesar 1,3%, meski sebelumnya kenaikan diperkirakan melambat karena jumlah hari kerja pada September lebih sedikit.
Secara konsep, upah nominal menunjukkan jumlah pendapatan sebelum memperhitungkan perubahan harga, sedangkan upah riil menggambarkan daya beli setelah dampak inflasi dimasukkan ke dalam perhitungan.
Advertisement
Jepang Kurangi Subsidi Bensin per Desember 2026 di Tengah Kenaikan Upah
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan pemerintah akan mulai mengurangi subsidi bensin dan bahan bakar lain secara bertahap mulai Desember 2026. Mengutip Mainichi, Sabtu (31/10/2026), langkah ini diambil seiring meningkatnya kekhawatiran atas beban fiskal dari kebijakan berbiaya besar yang sejak awal dirancang untuk meredam lonjakan harga.
Takaichi juga mengatakan pemerintah akan kembali memberi subsidi untuk tagihan listrik dan gas pada musim dingin ini, seperti tahun lalu. Dukungan tersebut diperkirakan menghemat pengeluaran rumah tangga rata-rata 7.000 yen atau US$ 44 selama tiga bulan mulai Desember, sekitar Rp 797.830.
Keputusan itu muncul setelah partai penguasa dan oposisi mendorong peninjauan bertahap program subsidi bensin sekaligus mempertimbangkan "strategi keluar" mengingat kondisi fiskal Jepang yang terburuk di antara negara-negara maju utama.
Sejak Maret, subsidi bensin diberikan untuk menjaga harga eceran di kisaran 170 yen per liter. Menurut Takaichi, target harga tersebut pada prinsipnya akan dinaikkan 5 yen setiap bulan menjelang musim semi, sambil memantau pergerakan harga minyak mentah.
Ia menambahkan, subsidi bahan bakar yang diperkenalkan di tengah kekhawatiran pasokan akibat konflik di Timur Tengah merupakan langkah "transisional" untuk memitigasi tekanan harga, sehingga mekanismenya perlu dibuat lebih "berkelanjutan."
Advertisement
Beban Subsidi Bensin dan Lonjakan Harga Minyak
Takaichi mengungkapkan nilai subsidi bensin telah melampaui 50 yen atau Rp 5.753 per liter (dengan asumsi kurs yen terhadap rupiah di kisaran 115,1), dengan biaya lebih dari 10 miliar yen atau Rp 1,15 triliun per hari. Sejak ia menjabat pada Oktober tahun lalu, total pendanaan kebijakan tersebut telah mencapai sekitar 1,4 triliun yen.
Harga minyak mentah global melonjak tajam setelah Selat Hormuz praktis tertutup menyusul pecahnya perang antara AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari. Sebagai negara minim sumber daya alam, Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari Timur Tengah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9313798/original/021402000_1785682040-AP26212040734263.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391845/original/020428200_1793953757-Zheng_Shuliang.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2371668/original/085957800_1538391146-tik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391967/original/056242600_1793959385-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_15.02.44.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391943/original/090380400_1793957875-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391078/original/026310400_1793871559-AP26308842915508.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366409/original/050656400_1759226813-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)