Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi sinyal bakal menahan laju produksi batu bara nasional pada 2027. Pemerintah menegaskan evaluasi atas Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2027 akan diperketat sehingga tidak semua permintaan volume produksi dari pelaku usaha akan dikabulkan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan penetapan kuota akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar tidak berlebihan.
"Ya bukan (dipangkas), kalau misalnya kita mengikuti kemauan, terlalu tinggi sekali. Jadi kita kemungkinan akan evaluasi terkait dengan kebutuhan yang pas di angka berapa," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno, Sabtu (7/11/2026).
Tri juga mencatat realisasi kuota produksi batu bara pada 2026 diperkirakan berada di kisaran 700 juta ton hingga akhir tahun. "Ya 700 lebih sedikit lah," ucapnya.
Pemerintah belum membocorkan angka pasti target batas produksi batu bara untuk 2027.
Adapun pengajuan RKAB 2027 sudah dibuka sejak 1 Oktober 2026 dan berlangsung enam pekan, dengan penutupan pada 15 November 2026. Ketentuan ini merujuk pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyusunan, Penyampaian, dan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya serta Tata Cara Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
Advertisement
Kuota Nikel Dievaluasi, Imbas ke Pasar dan Batu Bara
Selain batu bara, ESDM juga menyoroti kuota produksi nikel. Untuk 2026, revisi RKAB nikel telah dirampungkan dengan rentang produksi 290 juta hingga 300 juta ton, naik dari proyeksi awal tahun sebesar 260 juta–270 juta ton.
Menatap kuota 2027, Tri menjelaskan pemerintah memantau pergerakan pasokan global melalui data London Metal Exchange (LME) dan Shanghai Futures Exchange (SHFE). Laporan pasar menunjukkan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) nikel sekitar 750 ribu ton.
"Nikel itu kan ada pembahasan terkait dengan stok yang ada di LME sama SHFE. Nah, itu kan over sekitar 750 ribu ton," terang Tri.
Evaluasi komprehensif terhadap RKAB batu bara dan nikel ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga komoditas tambang nasional serta mencegah penurunan harga akibat pasokan yang melimpah di pasar global.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3609090/original/074413400_1634813435-20211021-Ekspor-Batu-Bara-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392315/original/006538800_1794035668-13.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392301/original/032305500_1794034920-ALL_SPEAKERS___BOD.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9361018/original/048874900_1790674042-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_11.30.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391573/original/004412000_1793940913-biotenal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392248/original/074884000_1794030195-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_21.32.13.jpeg)