Di balik riuh transaksi perdagangan berjangka dan lalu lintas komoditas nasional, ada peran PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau PT KBI yang bekerja di balik layar. Bukan sekadar mencatat angka, lembaga ini menjadi benteng kepercayaan yang memastikan setiap transaksi berjalan aman, transparan, dan memiliki jaminan hukum yang pasti.
Prinsip kehati-hatian dan transparansi ini berdampak langsung pada kepercayaan pasar. Hingga Oktober 2026, KBI mencatat total transaksi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang dikliringkan mencapai 9,27 juta lot, tumbuh 2,6 persen secara tahunan (YoY).
Lonjakan signifikan juga terlihat di segmen Loco dan Komoditi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang naik 12,7 persen, serta transaksi pasar fisik timah dalam negeri yang melesat 17,68%.
"Kepercayaan pelaku pasar adalah amanah yang kami jaga setiap hari. Setiap transaksi yang kami kliringkan dan jamin berjalan sesuai ketentuan, tercatat dengan baik, dan dapat dipertanggungjawabkan. Bagi kami, transparansi dan akuntabilitas bukan sekadar komitmen, melainkan standar kerja," ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Plt. Direktur Utama PT KBI (Persero), Adiyasa Suhadibroto, Sabtu (7/11).
Peran KBI kini makin terasa hingga ke tingkat tapak. Bersama BAPPEBTI, OJK, Pemda, hingga mitra internasional, KBI memperluas Sistem Resi Gudang (SRG) untuk berbagai komoditas, mulai dari gula, kopi, tembakau, beras, hingga rumput laut. Hasilnya, jumlah pengelola gudang baru tumbuh 10,6 persen sepanjang Januari–Oktober 2026.
Salah satu langkah terobosan diwujudkan lewat peluncuran e-Seaweed Platform di Sulawesi Selatan pada 23–24 September 2026, berkolaborasi dengan ILO dan SECO (Swiss). Melalui platform digital ini, seluruh aktivitas petani rumput laut tercatat secara real time. KBI, lewat Sistem IS-Ware Next Gen, bertindak sebagai Pusat Registrasi yang memverifikasi resi gudang tersebut agar dapat dijadikan jaminan pembiayaan ke bank.
"Resi Gudang bukan sekadar instrumen penyimpanan, melainkan pintu bagi petani dan pelaku usaha komoditas untuk mengakses pembiayaan dan pasar yang lebih luas. Melalui pengembangan SRG dan pencatatan digital seperti e-Seaweed Platform, data komoditas menjadi lebih terverifikasi dan dapat menjadi fondasi kepercayaan bagi perbankan maupun pembeli,” tambah Adiyasa.
Advertisement
Menanam Keberlanjutan di Sukoharjo, Klaten, dan Garut
Dampak nyata KBI juga menyasar sektor pertanian melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di Sukoharjo dan Klaten, program Integrated Farming System (IFS): Kemandirian Petani Kedelai kini memasuki Batch ke-4 sejak dimulai 2023.
Program ini telah mendampingi 73 petani lokal dengan 10 hektare lahan produktif untuk membangun kemandirian ekonomi.
Sementara di Kabupaten Garut, KBI menggarap pemulihan lahan kritis melalui program reforestasi tanaman kopi.Pendekatan ini memadukan perbaikan lingkungan dengan penguatan ekonomi, sehingga tutupan hijau meningkat sekaligus mendongkrak produktivitas kopi warga.
Ke depan, KBI terus memacu digitalisasi dan memperluas kolaborasi demi menghadirkan pasar komoditas nasional yang transparan, kompetitif, dan berdampak langsung bagi perekonomian Indonesia.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392248/original/074884000_1794030195-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_21.32.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391573/original/004412000_1793940913-biotenal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392172/original/026956000_1794020708-823bff0c-d501-4d80-8bd2-5e5f408d8b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392011/original/038233700_1793963609-IMG_6619.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392052/original/079747900_1793969428-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_22.04.57.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392050/original/077069000_1793969029-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_09.29.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505614/original/026744400_1771392012-btn2.jpg)