PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus melakukan transformasi bisnis. Tak lagi cuma mengandalkan penjualan bahan mentah, BUMN perkebunan ini kini memperkuat strategi hilirisasi untuk menyulap hasil panen menjadi produk olahan bernilai jual tinggi, mulai dari ragam varian teh, kopi retail, cerutu premium, cokelat, hingga energi terbarukan berbasis tebu.
Di lini produk konsumsi, PTPN I mengandalkan deretan merek populer seperti Teh Walini, Goalpara, Rolas, dan Gunung Dempo. Sementara untuk komoditas kopi, perusahaan mengibarkan merek Kopi Banaran, Rollas, dan Jampit. PTPN I juga merambah olahan cokelat berbasis kakao serta cerutu berkelas melalui merek Golden Djawa dan Deli.
Tak berhenti di produk pangan, tetes tebu (molase) kini dimanfaatkan secara optimal untuk memproduksi bioetanol guna mendukung ketahanan energi.
Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero), Aris Handoyo, menegaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis perusahaan untuk memaksimalkan potensi komoditas dari hulu ke hilir sekaligus mendongkrak daya saing bisnis di pasar.
"Hilirisasi bukan sekadar mengolah bahan baku menjadi produk jadi, melainkan membangun rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari produksi di kebun, pengolahan, pengembangan merek, hingga pemasaran. Dengan demikian,potensi komoditas perkebunan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan dan masyarakat," ujar Aris, Jumat (6/11).
Sebagai bentuk penetrasi pasar, PTPN I terus berinovasi mengikuti tren konsumen. Salah satu terobosan terlihat pada produk Kopi Banaran yang diproduksi oleh PTPN I Regional 3 di Semarang, yang kini hadir dalam bentuk kemasan sachet agar lebih praktis dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Langkah serupa diterapkan pada komoditas lainnya. Komoditas teh diperkuat lewat empat merek utama (Walini,Goalpara, Rolas, dan Gunung Dempo), tembakau diproses menjadi cerutu (Golden Djawa dan Deli), serta kakao diolah menjadi produk olahan cokelat untuk menembus industri makanan.
Advertisement
Sektor Energi Hijau
Di sektor energi hijau, diversifikasi pengolahan tebu lewat bioetanol berbasis molase menjadi amunisi baru PTPN I.Inisiatif ini tidak hanya mendongkrak nilai tambah komoditas perkebunan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di tanah air.
Aris menambahkan, seluruh arah pengembangan hilirisasi ini dijalankan dengan kalkulasi matang—mempertimbangkan pasokan bahan baku, kesiapan kapasitas pabrik, inovasi produk, hingga potensi pasar.
"Ke depan, kami terus mendorong inovasi produk, optimalisasi aset, penguatan kapasitas pengolahan, dan perluasan pasar. Orientasinya bukan hanya meningkatkan jumlah produk, tetapi membangun bisnis hilir yang kompetitif,berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan perusahaan," kata Aris.
Melalui lompatan hilirisasi ini, PTPN I membuktikan transformasinya dari sekadar produsen komoditas mentah menjadi pemain utama produk olahan bernilai tinggi, sekaligus memperkuat daya saing industri pangan dan energi nasional.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392052/original/079747900_1793969428-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_22.04.57.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392050/original/077069000_1793969029-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_09.29.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505614/original/026744400_1771392012-btn2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391140/original/052037300_1793873819-Ueno_Bank-5_November_2026c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392021/original/008974900_1793965376-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_18.01.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4990060/original/022823800_1730709924-2538556547.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391935/original/095107300_1793957546-Picture_1.jpeg)