Survei BI: Harga Rumah Tipe Kecil Naik

BI melaporkan perlambatan harga properti primer pada triwulan III 2026, sementara penjualan masih terkontraksi. Ada tipe rumah yang justru menguat.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Survei BI: Harga Rumah Tipe Kecil Naik
Berdasarkan laporan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat, realisasi nasional KPR Sejahtera FLPP selama Januari 2026 mencapai 7.312 unit dengan nilai pembiayaan Rp 912,4 miliar. Tampak dalam foto, suasana Perumahan Subsidi Pondok Pengampelan Indah, Serang , Banten, Selasa (17/2/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer tercatat menurun kecepatannya pada triwulan III 2026. Mengutip publikasi resmi Bank Indonesia (BI) dari Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) naik 0,58% (year on year/yoy), lebih rendah dibanding triwulan II 2026 yang mencapai 0,69% (yoy).

BI menjelaskan, perlambatan terutama bersumber dari pergerakan harga pada segmen rumah menengah dan besar. Untuk tipe menengah, indeks berada di 114,15 dengan pertumbuhan 0,63% (yoy), melambat dari 0,83% (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyebut tren perlambatan juga tampak pada tipe besar.

"Kondisi serupa terjadi pada tipe besar dengan indeks 108,50 yang tumbuh 0,57% (yoy),turun dari 0,68% (yoy) pada triwulan II 2026," ucap Ramdan Denny Prakoso, dikutip laman resmi BI, Jumat (6/11/2026).

Harga Tipe Kecil Menguat

Berbeda dengan segmen menengah dan besar, harga rumah tipe kecil menunjukkan penguatan. Indeks untuk tipe kecil tercatat 114,14 dengan pertumbuhan 0,55% (yoy), meningkat dibanding triwulan II 2026 yang tumbuh 0,49% (yoy).

Dari sisi transaksi, penjualan properti residensial pasar primer pada triwulan III 2026 mengalami penurunan di seluruh tipe rumah. Secara agregat, penjualan masih berada di zona kontraksi sebesar 8,43% (yoy).

Pada aspek pendanaan, pengembang mayoritas mengandalkan dana internal perusahaan sebagai modal kerja, dengan porsi mencapai 73,94% dari total kebutuhan pembiayaan pembangunan.

Sementara itu di sisi konsumen, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tetap menjadi pilihan utama pembiayaan pembelian rumah di pasar primer, dengan pangsa 70,68% dari total metode pembayaran.

Rekomendasi