Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan menilai dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan persoalan serius dan mengarah pada tindakan makar.
Menurut dia, tindakan tersebut tidak dapat ditoleransi karena berpotensi membahayakan keselamatan Kepala Negara. Syahganda menegaskan, pemerintah harus melawan segala bentuk tindakan yang mengarah pada makar.
"Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditoleransi, karena hal itu sudah mengarah ke tindakan makar. Kita harus melawan segala bentuk makar," kata Syahganda dikutip dari siaran pers, Sabtu (7/11/2026).
Dia menjelaskan, Presiden merupakan simbol negara sekaligus representasi kedaulatan bangsa yang wajib dijaga dan dihormati seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pengkhianatan oleh pejabat negara terhadap Presiden dinilai sebagai bentuk pengkhianatan terhadap negara dan konstitusi.
Atas dasar itu, Syahganda menegaskan setiap tindakan yang mengarah pada perbuatan tersebut harus ditindak melalui penegakan hukum secara tegas.
"Setiap tindakan yang berpotensi mengancam keamanan, keselamatan, dan kewibawaan Presiden harus diusut secara objektif, transparan, dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku," jelas Syahganda.
Lebih lanjut, Syahganda mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk turut menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta keutuhan bangsa.
"Jangan biarkan ambisi-ambisi kekuasaan membuat kita mentolerir politik busuk, tanpa moral dan bisa memecah-belah persatuan kita," jelas Syahganda.
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa dan masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan keutuhan bangsa," sambung dia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379224/original/034226400_1792578866-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_17.33.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392066/original/002033700_1793970685-IMG_2077.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8676515/original/067002700_1782720633-1001409579.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384188/original/062354400_1793159555-email-attachment_2026_10_28_erwin-yohanes_usai-peragakan-adegan-pembunuhan-di-madiun-tersangka-terlihat-hendak-bersimpuh-di-depan-istri-sah_IMG-20261028-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9391842/original/092551800_1793953693-WhatsApp_Image_2026-11-06_at_14.45.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392134/original/002791300_1794013233-562839.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9392093/original/082401800_1793976540-236904__1_.jpg)