Pangdam Beberkan Amunisi Dipakai Saat Bentrokan Warga di Aceh

Pangdam IM menjelaskan peluru yang digunakan saat TNI bentrok di Aceh di Pidie dan kronologinya. Investigasi internal juga berjalan. Ini penjelasannya.

Muhamad Agil Aliansyah
Pangdam Beberkan Amunisi Dipakai Saat Bentrokan Warga di Aceh
Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahes Fitriadi jelaskan kronologi bentrokan aparat dengan warga di Pidie. (foto antara).

Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Brigjen TNI Mahesa Fitriadi memaparkan kronologi penertiban bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang berujung TNI bentrok di Aceh. Ia menegaskan amunisi yang dipakai dalam penanganan situasi itu bukan peluru tajam.

Mahesa menyebut 272 personel dikerahkan ke lokasi, dan tidak seluruhnya membawa senjata. Pemanfaatan senjata disebut sebatas untuk memberikan peringatan, diawali dengan upaya persuasif menjelaskan soal bendera kepada warga.

Namun situasi memanas ketika terjadi pelemparan batu dari depan, belakang, kiri, dan kanan yang menurutnya sudah disiapkan. Dandim kemudian memerintahkan pasukan mundur, tetapi massa terus mengejar sehingga dilakukan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa dan peluru karet ke atas, tidak diarahkan kepada warga.

"Mungkin dengan efek bunyi, saudara-saudara kita bisa menahan diri. Begitu yang saya sampaikan, saya meyakini dan pertanggungjawabkan, tidak ada satu butir pun munisi tajam," kata Mahesa dalam konferensi pers bersama Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan di ruang VIP bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (6/11).

Investigasi Internal Usai TNI Bentrok di Aceh

Mahesa menegaskan pihaknya melakukan investigasi terkait insiden bentrokan tersebut. "Kami masih mendalami secara internal, kami akan mengadakan investigasi," kata dia, dikutip dari Antara.

Menurut Mahesa, hasil investigasi akan disampaikan kepada publik setelah proses pendalaman selesai. "Kalau nanti sudah ada hasilnya, tentu kami beritahu, tentunya dalam dua hari ini kami belum bisa, karena ada proses yang kami lakukan," ujar dia.

Ia menambahkan, hingga kini anggota yang bertindak saat penertiban belum dikembalikan ke satuan masing-masing dan masih dikonsolidasikan di Kodim Pidie.

Selain itu, senjata yang digunakan saat penertiban telah dipisahkan untuk mengetahui senjata mana yang meletus saat memberikan peringatan.

Dalam waktu dekat, tim internal TNI juga akan turun ke TKP guna pendalaman peristiwa. Ia berharap masyarakat Tiro dapat memahami kehadiran mereka saat proses tersebut berlangsung.

"Kami mohon untuk seluruh masyarakat khususnya di Tiro, kami juga menghimbau untuk tidak panas, mari kita sama-sama menjaga situasi yang aman, tertib, damai," tutur dia.

Sebelumnya, penertiban bendera Bulan Bintang oleh personel TNI/Polri di Desa Pulo Keunari dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu (4/11) memicu bentrokan dengan warga setempat.

Peristiwa itu mengakibatkan 14 warga menjadi korban, 13 orang mengalami luka-luka, dan satu orang meninggal dunia akibat tertembak di bagian dada. Enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Rekomendasi