Yusril Persilakan Komnas HAM Usut Bentrokan Maut di Pidie

Pemerintah membuka ruang bagi Komnas HAM menyelidiki kasus TNI bentrok di Aceh. Yusril menyebut ada hal krusial yang masih perlu dipastikan.

Muhamad Agil Aliansyah
Yusril Persilakan Komnas HAM Usut Bentrokan Maut di Pidie
Menko Yusril bicara kasus bentrokan aparat dan warga di Pidie. (foto antara).

Menko Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mempersilakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyelidiki kasus TNI bentrok di Aceh yang berujung maut di Kabupaten Pidie. Pemerintah menyatakan investigasi akan terus berjalan untuk mengungkap fakta peristiwa.

"Pemerintah juga mempersilakan Komnas HAM turun ke Aceh melakukan pemantauan dan penyelidikan atas peristiwa ini," kata Yusril dalam konferensi pers terkait bentrokan antara aparat TNI/Polri dengan masyarakat di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, di ruang VIP bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat (6/11).

Menurut Yusril, pendalaman diperlukan untuk memastikan rangkaian kejadian, termasuk dugaan adanya penembakan yang menewaskan satu warga. Ia menekankan perlunya verifikasi sebab kematian korban.

"Lalu, apakah luka pada korban meninggal benar luka tembak atau lainnya. Maka, ini perlu pendalaman dan penyelidikan. Kita maklum korban sudah dimakamkan dan tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban," kata Yusril, dikutip dari Antara.

Yusril menambahkan, upaya mengungkap fakta tetap terbuka. Ia menyebut telah berkomunikasi dengan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah terkait rencana ke Aceh pada Minggu untuk melakukan penyelidikan bersama Komnas HAM Perwakilan Aceh.

Ia juga meminta Komnas HAM berkoordinasi dengan komando setempat saat bekerja di lapangan.

"Kita menghormati Komnas HAM adalah lembaga negara independen dalam menjalankan tugasnya. Tapi, ketika berada di lapangan kami berharap tetaplah melakukan koordinasi sesama instansi pemerintah dalam menjalankan tugas-tugasnya," kata Yusril.

Dalam kesempatan yang sama, Yusril menyampaikan duka cita atas wafatnya Abzalul Riza dan belasungkawa untuk para warga yang terluka.

"Kami juga berharap keluarga Abzalul Riza yang wafat maupun keluarga yang sekarang sedang dirawat di rumah sakit dapat tabah dan sabar menghadapi peristiwa ini," tutur Yusril.

Sebelumnya, penertiban bendera Bulan Bintang oleh personel TNI/Polri di Desa Pulo Keunari saat rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu (4/11) memicu bentrokan dengan warga setempat.

Peristiwa tersebut menyebabkan 14 warga menjadi korban, 13 orang mengalami luka-luka dan satu meninggal dunia akibat luka di bagian dada. Selain itu, enam personel TNI juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Rekomendasi