PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum resmi meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium atau Green Aluminium. Langkah ini memanfaatkan keunggulan pembangkit listrik berbasis tenaga air milik perusahaan guna mendukung upaya penurunan emisi karbon sekaligus memperluas jangkauan pasar internasional.
Satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia ini memiliki proses peleburan yang ditopang energi bersih. Keunggulan penggunaan energi ramah lingkungan tersebut membuat produk aluminium Inalum menghasilkan jejak karbon jauh lebih rendah dibandingkan proses produksi yang mengandalkan listrik berbasis energi fosil.
Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial Inalum Arif Haendra menyampaikan peluncuran Sertifikasi Green Aluminium merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat nilai tambah sekaligus membuka peluang serta akses pasar yang lebih luas bagi produk perusahaan.
"Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. Inalum memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air (renewable energy). Keunggulan ini ingin kami terjemahkan menjadi posisi tawar yang lebih kuat, sehingga produk aluminium Indonesia semakin kompetitif dan memiliki akses yang lebih luas di pasar internasional," ujar Arif dikutip Antara, Kamis (1/10).
Advertisement
Proses Produksi Rendah Emisi
Momentum perkenalan sertifikasi tersebut bertepatan dengan ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 yang berlangsung pada 15–17 September 2026. Kehadiran sertifikasi ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing aluminium nasional di tengah melonjaknya permintaan industri dunia terhadap produk ramah lingkungan.
Sementara itu, Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok Inalum Jevi Amri mengatakan Sertifikasi Low Carbon Aluminium juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam merespons perubahan kebutuhan pelanggan dan memperkuat posisi produk perusahaan di pasar global.
"Bagi kami, low carbon alumunium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru," ucapnya.