Sebanyak 12 aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang terganggu akibat asap kebakaran hutan dan lahan, Kamis (1/10). Sementara kualitas udara di kota itu semakin memburuk.
Humas Bandara SMB II Palembang, Nidia Besthonie mengungkapkan, jarak pandang di bandara hanya 500 meter atau di bawah standar minimum. Akibatnya, aktivitas penerbangan dan penerbangan mengalami gangguan.
"Ada 12 pesawat yang terganggu, dua di antaranya gagal mendarat, satu kembali ke bandara asal, dan satu lagi mendarat di Pekabaru," kata Nidia.
Berdasarkan pantauan, kabut asap tebal menyelimuti langit Palembang sejak pagi. Bau menyengat sangat terasa dan membuat mata perih. Pekatnya asap hari ini masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Stasiun Talang Betutu mencatat, konsentrasi partikulat PM2.5 sudah naik sejak pukul 04.00 WIB.
Pada saat itu, PM2.5 berada di angka 303 mikrogram meter per kubik atau masuk level berbahaya. Kondisi ini terus berlangsung hingga pukul 09.00 WIB. Bahkan, pada pukul 07.00 WIB, PM2.5 berada di angka 423 mikrogram meter per kubik.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Palembang Wandayantolis mengatakan, buruknya kualitas udara di Palembang hari ini terbilang tertinggi dibanding beberapa hari terakhir. Berdasarkan grafik, terpantau level udara dalam kategori hitam atau berbahaya.
"Masih level berbahaya, PM2.5 meningkat," ungkap Wandayantolis.
Wandayantolis menyebut ada kecendrungan perubahan waktu puncak kabut asap di Palembang. Jika sebelumnya kualitas udara memburuk sejak malam hingga dini hari, kini berubah dari dini hari hingga menjelang siang hari. Menurut dia, hal ini dipicu sebaran asap dan arah angin yang masuk dari timur-tenggara. Namun BMKG masih memantau kondisi asap pada siang hingga malam hari.
"Ya, mengacu dari sebaran asap dan arah angin," kata Wandayantolis.
Wandayantolis menyebut kabut asap masih mengancam wilayah Palembang dan sekitarnya seiring masih terjadi karhutla di wilayah timur Palembang, seperti di kawasan Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir. Apalagi musim hujan diprediksi baru mulai pada November hingga Desember 2026.
"Jika karhutla di wilayah timur Palembang belum terkena hujan, maka potensi asap akan terus ada," kata Wandayantolis.
Daftar aktivitas pesawat di Bandara SMB II Palembang terganggu akibat asap:
Keberangkatan:
1. IU 302 PLM-PGK, jadwal 06.20 WIB, berangkat 07.41 WIB (Visibility PGK 300m, PLM 500m) 2. ID 7054 PLM-HLP, jadwal 09.00 WIB, berangkat 09.29 WIB 3. IP 311 PLM-CGK, jadwal 08.45 WIB, status tertunda 4. IU 964 PLM-KNO, jadwal 08.45 WIB, status tertunda 5. IU 871 PLM-CGK, jadwal 08.50 WIB, status tertunda 6. QG 987 PLM-CGK, jadwal 09.15 WIB, status tertunda 7. GA 107 PLM-CGK, jadwal 09.30 WIB, status tertunda
Kedatangan: 1. QG 980 CGK-PLM, jadwal 07.10 WIB, ETA 06.50 WIB, Return to Base (RTB) 2. IU 933 YIA-PLM, jadwal 08.05 WIB, ETA 07.50 WIB, Divert ke PKU (Pekanbaru) 3. IP 310 CGK-PLM, jadwal 08.00 WIB, status tertunda 4. IU 924 CGK-PLM, jadwal 08.05 WIB, status tertunda 5. GA 102 CGK-PLM, jadwal 08.45 WIB, status tertunda