Kepulangan Enam Jamaah Haji Jatim Tertunda Akibat Sakit, PPIH Pastikan Penanganan Optimal
Enam jamaah haji asal Jawa Timur mengalami penundaan kepulangan ke Tanah Air karena sakit dan masih dirawat di Arab Saudi. PPIH Debarkasi Surabaya memastikan penanganan terbaik untuk kepulangan jamaah haji Jatim yang tertunda.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya mengumumkan bahwa kepulangan enam jamaah haji asal Jawa Timur ke Tanah Air tertunda. Penundaan ini disebabkan oleh kondisi kesehatan mereka yang masih memerlukan perawatan intensif di Arab Saudi. PPIH memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah yang sakit hingga mereka siap untuk dipulangkan ke Indonesia.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus berkoordinasi dengan tim kesehatan di Arab Saudi. Tujuannya adalah memantau perkembangan kondisi jamaah serta memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang optimal. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para jamaah haji.
Hingga Kloter 25, PPIH Debarkasi Surabaya telah berhasil memulangkan 9.478 jamaah dan petugas haji. Meskipun demikian, fokus utama saat ini juga tertuju pada enam jamaah yang masih dalam perawatan. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak terkait dalam operasional haji tahun ini.
Detail Kondisi Jamaah yang Tertunda
Enam jamaah haji asal Jawa Timur yang kepulangannya tertunda tersebar di beberapa rumah sakit di Arab Saudi. Mereka adalah Mohammad Dzikri Muiz asal Probolinggo dari Kloter 11 yang dirawat di Rumah Sakit Jeddah. Kemudian, Siti Mutmainah Asari dan Matory Ahmad Jalil, keduanya asal Kota Malang dari Kloter 12, juga masih dalam perawatan.
Selain itu, Soetrisno Semo Semin asal Magetan dari Kloter 3 sedang dirawat di Rumah Sakit King Abdullah. Jetty Trisno asal Madiun dari Kloter 4 mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Samir Abbas. Terakhir, Sri Rahayu Sudarmo asal Pacitan dari Kloter 5 dirawat di Rumah Sakit King Faisal.
Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH terus menjalin komunikasi intensif dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi. Koordinasi ini penting untuk memantau secara berkala kondisi kesehatan keenam jamaah tersebut. Tujuannya adalah agar keputusan pemulangan dapat diambil pada waktu yang tepat, sesuai rekomendasi medis.
Kelancaran Proses Pemulangan Jamaah
Hingga kedatangan Kloter 25, PPIH Debarkasi Surabaya telah sukses menerima kepulangan total 9.478 jamaah dan petugas haji. Jumlah ini mencakup 9.302 jamaah, 43 Petugas Haji Daerah (PHD), 33 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 100 petugas kloter. Angka ini menunjukkan efisiensi operasional pemulangan yang telah berjalan.
Anam menjelaskan bahwa jumlah jamaah yang telah kembali ini setara dengan sekitar 22 persen dari total 44.000 jamaah dan petugas. Total tersebut merupakan bagian dari operasional Debarkasi Surabaya yang melayani jamaah dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Kelancaran proses ini menjadi indikator keberhasilan manajemen PPIH dalam mengatur logistik pemulangan.
"Alhamdulillah, operasional pemulangan jamaah haji hingga Kloter 25 berlangsung lancar dan terkendali," ujar Anam. Pernyataan ini menunjukkan apresiasi terhadap kerja keras seluruh tim yang terlibat. Meskipun ada kendala pada beberapa jamaah, proses secara keseluruhan tetap berjalan sesuai rencana.
Data Mutasi dan Ungkapan Duka Cita
Dalam operasional pemulangan ini, PPIH juga mencatat adanya 30 mutasi keluar. Mutasi ini terdiri dari 11 jamaah yang wafat di Arab Saudi, delapan jamaah sakit, satu jamaah yang pulang mandiri, dan 10 kursi kosong. Data ini memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika yang terjadi selama musim haji.
Di sisi lain, terdapat delapan mutasi masuk yang berasal dari jamaah dengan jadwal kepulangan pada kelompok terbang sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam penyesuaian jadwal. PPIH berupaya mengakomodasi berbagai situasi yang dihadapi oleh para jamaah.
PPIH Debarkasi Surabaya juga mencatat dua jamaah asal Kota Malang dari Kloter 12 meninggal dunia dalam proses pemulangan. Mereka adalah Hery Widianto (69) yang wafat di pesawat, dan Wayan Rohani Suwasti (63) yang wafat di Rumah Sakit Haji Surabaya. Kejadian ini menambah daftar duka dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
"Kami turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya jamaah haji yang telah menunaikan ibadah di Tanah Suci, semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ucap Anam. Ungkapan ini disampaikan sebagai bentuk simpati dan doa dari PPIH kepada keluarga yang ditinggalkan.
Sumber: AntaraNews