Dua JCH Embarkasi Surabaya Tunda Berangkat Haji Akibat Sakit
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mencatat dua JCH Embarkasi Surabaya tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci akibat kondisi kesehatan, memicu pertanyaan kapan mereka bisa menyusul rombongan.
Operasional haji tahun 2026 di Embarkasi Surabaya mencatat adanya dua jemaah calon haji (JCH) yang harus menunda keberangkatan mereka ke Arab Saudi. Penundaan ini terjadi hingga hari kelima operasional haji, disebabkan oleh kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Moh. As’adul Anam, menjelaskan bahwa kedua JCH tersebut berasal dari kelompok terbang (kloter) 13 dan 6. Situasi ini menjadi perhatian utama bagi PPIH dalam memastikan kelancaran seluruh proses keberangkatan.
Salah satu jemaah kini mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya, sementara jemaah lainnya bahkan belum dapat tiba di asrama haji. PPIH menegaskan bahwa keberangkatan mereka sangat bergantung pada hasil pemeriksaan medis dan izin laik terbang dari dokter yang berwenang.
Kondisi Kesehatan Menjadi Penghalang Keberangkatan JCH Embarkasi Surabaya
Dua jemaah calon haji dari Embarkasi Surabaya terpaksa menunda impian mereka untuk beribadah di Tanah Suci karena masalah kesehatan. Moh. As’adul Anam, Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, mengungkapkan bahwa kedua JCH ini berasal dari kloter 13 dan kloter 6.
Satu jemaah saat ini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Surabaya, menunjukkan tingkat keparahan kondisi kesehatannya. Sementara itu, jemaah yang lain bahkan tidak dapat bergabung dengan rombongan di asrama haji karena sakit yang diderita.
PPIH Embarkasi Surabaya belum dapat memastikan jadwal keberangkatan kedua JCH ini. Keputusan tersebut akan sangat bergantung pada rekomendasi medis, termasuk hasil pemeriksaan menyeluruh dan izin laik terbang yang dikeluarkan oleh tim dokter.
Penundaan keberangkatan JCH Embarkasi Surabaya karena sakit ini menjadi pengingat pentingnya persiapan fisik yang optimal sebelum menunaikan ibadah haji.
Data Pemberangkatan dan Kedatangan Jemaah Haji Embarkasi Surabaya
Meskipun ada penundaan, proses pemberangkatan jemaah calon haji dari Embarkasi Surabaya secara umum berjalan lancar. Hingga hari kelima operasional haji, sebanyak 5.252 jemaah telah berhasil diberangkatkan menuju Arab Saudi.
Jumlah ini mencakup 14 kelompok terbang (kloter) yang didampingi oleh 62 petugas, sehingga total keseluruhan mencapai 5.314 orang. Data ini menunjukkan efisiensi dan koordinasi yang baik dari PPIH Embarkasi Surabaya dalam mengelola keberangkatan ribuan JCH.
Di sisi lain, Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) juga mencatat angka kedatangan yang signifikan. Sebanyak 6.075 orang telah tiba, terdiri dari 6.005 jemaah dan 70 petugas yang tergabung dalam 16 kloter.
Pada hari yang sama, terdapat tambahan kedatangan sebanyak 1.137 orang dari tiga kloter, menunjukkan bahwa arus JCH Embarkasi Surabaya terus berlanjut dengan tertib.
Kelancaran Proses dan Pentingnya Kartu Nusuk bagi JCH Embarkasi Surabaya
Moh. As’adul Anam menegaskan bahwa secara keseluruhan, proses pemberangkatan JCH Embarkasi Surabaya berjalan lancar dan terkendali tanpa kendala signifikan. Hal ini menunjukkan kesiapan PPIH dalam menghadapi musim haji 2026.
Salah satu aspek penting yang ditekankan adalah penerimaan Kartu Nusuk oleh seluruh jemaah yang telah diberangkatkan. Kartu Nusuk ini merupakan dokumen perjalanan ibadah haji yang wajib dimiliki oleh setiap JCH selama berada di Arab Saudi.
Keberadaan Kartu Nusuk memastikan legalitas dan kelancaran jemaah dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. PPIH Embarkasi Surabaya memastikan setiap JCH telah memiliki dokumen penting ini sebelum terbang.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk meminimalisir potensi masalah administratif dan memastikan JCH Embarkasi Surabaya dapat fokus sepenuhnya pada pelaksanaan ibadah mereka.
Sumber: AntaraNews