Jemaah Difabel Asal Sinjai Namanya Diabadikan untuk Masjid di Arab Saudi, Menhaj Jelaskan Prioritas Tiga Kelompok Haji

Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf mengapresiasi jemaah haji asal Kabupaten Sinjai, Sulsel itu mendapatkan wakaf dari otoritas Arab Saudi.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Jemaah Difabel Asal Sinjai Namanya Diabadikan untuk Masjid di Arab Saudi, Menhaj Jelaskan Prioritas Tiga Kelompok Haji
Jemaah Difabel Asal Sinjai Namanya Diabadikan untuk Masjid di Arab Saudi, Menhaj Jelaskan Prioritas Tiga Kelompok Haji (Merdeka.com)

Jemaah haji difabel tuna netra tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 17 Debarkasi Makassar Saifuddin, HM Abd Muin Saideng mendapatkan wakaf dari otoritas Arab Saudi. Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf mengapresiasi jemaah haji asal Kabupaten Sinjai, Sulsel itu mendapatkan wakaf dari otoritas Arab Saudi.

"Itu yang salah satu bagian dari apresiasi pemerintah Saudi," ujar Gus Irfan sapaan Menhaj Mochammad Irfan Yusuf kepada wartawan usai menyambut kepulangan jemaah haji Kloter 17 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6).

Pemerintah Prioritaskan Tiga Kelompok Haji

Gus Irfan mengatakan untuk pelaksanaan haji tahun 2026, Kementerian Haji dan Umrah memberikan prioritas kepada tiga kelompok. Tiga kelompok tersebut yakni jemaah haji perempuan, lansia, dan difabel.

"Tahun ini kita memang memberikan banyak perhatian pada tiga hal. Pertama, jemaah haji yang perempuan, lansia dan yang berkebutuhan khusus, termasuk beliau (Saifuddin HM Abd Muin Saideng) dari itu," ujar dia.

Kesaksian Jemaah

Sementara itu, Saifuddin HM Abd Muin Saideng mengaku bersyukur bisa menyelesaikan ibadah haji, meski kondisinya difabel tuna netra. Dia mengaku tidak ada kendala dalam melaksanakan ibadah haji.

"Perjalanan lancar tidak ada kendala. Saya berdoa, semoga bisa melihat tetapi lari ke situ (rezekinya) di (wakafkan nama) masjid," kata Saifuddin.

Terkait mendapatkan apresiasi Wakaf dari otoritas Arab Saudi, Saifuddin mengaku tidak menyangka. Dia mengaku baru mengetahui mendapatkan wakaf saat ke Masjidil Haram untuk melaksanakan salat Isya.

"Alhamdulillah saya senang sekali saya tidak sangka (dijadikan namanya di masjid akan dibangun)," ujar Saifuddin.



Rekomendasi