Kabar Duka, Dokter Petugas Kloter 38 Debarkasi Makassar Meninggal di Mekkah
Kondisi kesehatan almarhum mulai turun usai melayani jemaah yang melaksanakan ibadah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kabar duka menyelimuti Kelompok Terbang (kloter) 38 Debarkasi Makassar saat petugas sebagai dokter meninggal dunia atas nama dr Rezki Fitriani. Rezki Fitriani meninggal usai mendapatkan perawatan di rumah sakit di Mekkah, Arab Saudi akibat penyakit autoimun.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar, Ikbal Ismail menyampaikan duka cita atas meninggalnya dr Reski Fitriani yang merupakan dokter petugas Kloter 38 Debarkasi Makassar asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Ikbal mengatakan dr Reski meninggal dunia, Senin (8/6) dini hari.
"Informasi yang kami dapat tadi subuh, almarhumah meninggal karena autoimun, sesak napas," ungkapnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel ini mengatakan, kondisi kesehatan almarhum mulai turun usai melayani jemaah yang melaksanakan ibadah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Almarhum sudah agak sakit saat melayani di Armuzna. Tapi karena keinginannya melayani tamu-tamu Allah, (jemaah) tetap dilayani sampai selesai. Setelah Armuzna, (almarhum) baru dirawat di rumah sakit," kata dia.
Sementara itu, Ikbal mengungkapkan hingga saat ini PPIH Debarkasi Makassar mencatat 26 orang jemaah meninggal dunia di Arab Saudi hingga saat ini. Sementara jumlah jemaah yang telah tiba di Makassar sebanyak 3.528 orang.
"Berdasarkan data Siskohat jumlah jemaah haji meninggal dunia 26 orang. Dan jemaah yang sudah tiba di Makassar sudah 9 kloter dengan jumlah jemaah 3.528 orang," ucapnya.
Berharap Tak Ada Lagi Jemaah Meninggal
Ia berharap tidak ada lagi jemaah haji yang meninggal dunia selama proses kepulangan. Ikbal mengimbau kepada jemaah haji yang akan pulang untuk menjaga kesehatan.
"Kami harap jemaah haji yang masih ada di Saudi tetap sehat, jaga kesehatan agar dapat kembali ke tanah air dengan aman, sehat dan meraih haji mabrur di sana," katanya.