Duka Haji Aceh: Delapan Jamaah Meninggal Dunia di Tanah Suci Makkah
Jumlah jamaah haji Aceh meninggal dunia di Makkah akibat masalah kesehatan bertambah menjadi delapan orang, menimbulkan duka mendalam bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Embarkasi Aceh.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan peningkatan jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi. Total delapan orang kini telah berpulang akibat masalah kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengonfirmasi kabar duka ini pada Sabtu (6/6/2026) di Banda Aceh.
Penambahan ini terjadi setelah Nurdin Ali (69), jamaah dari kloter 10 asal Kabupaten Pidie, wafat di Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayyiz Makkah. Almarhum Nurdin Ali meninggal dunia pada Sabtu (6/6/2026) karena masalah jantung, menambah daftar duka bagi keluarga dan rombongan haji Aceh.
Sebelumnya, tujuh jamaah haji Aceh lainnya juga telah meninggal dunia di berbagai lokasi di Makkah sejak akhir Mei 2026. Mereka semua wafat karena kondisi kesehatan yang memburuk, menunjukkan tantangan fisik yang dihadapi para jamaah lanjut usia selama ibadah haji.
Kronologi Meninggalnya Jamaah Haji Aceh
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menjelaskan bahwa Nurdin Ali merupakan jamaah haji Aceh terakhir yang meninggal dunia. "Jamaah haji Aceh meninggal dunia di Makkah bertambah menjadi delapan orang," kata Arijal. Nurdin Ali berasal dari kloter 10 Kabupaten Pidie dan berpulang pada Sabtu (6/6/2026) di Makkah karena masalah jantung.
Sebelum Nurdin Ali, tujuh jamaah haji Aceh lainnya telah lebih dulu meninggal dunia. Mahdi Muhammad Sufi (60) dari kloter dua Aceh Besar wafat di RS King Abdul Aziz karena penyakit ginjal. Ibrahim Bin Abdul Kadir Nuh (74) dari kloter 10 Pidie juga meninggal pada Minggu (31/5/2026) di King Abdul Aziz Hospital.
Kemudian, Sulasry Abdul Gani (74) dari kloter lima Bireuen berpulang pada Minggu (31/5/2026) di kamar hotel Burj Al Wahda Almutamayiz Makkah. Aminah Ahmad (76) dari kloter 13 Pidie Jaya meninggal pada Sabtu (30/5/2026) di Sheefa Hospital. Siti Salmijah (83) dari kloter 13 Pidie Jaya wafat pada Kamis (28/5/2026) di RS Mina Al Wadi.
Dua jamaah haji Aceh lainnya yang meninggal dunia adalah Maimunah Yusuf Ali (72) dari kloter 13 Aceh Tamiang pada Selasa (26/5/2026). Serta Nurwaida Muhammad Yusuf (76) dari kloter delapan Bireuen, yang juga berpulang pada Selasa (26/5/2026). Semua kejadian ini menambah daftar panjang duka selama musim haji tahun ini.
Perawatan dan Pemakaman Jamaah Haji
Arijal menuturkan bahwa para jamaah haji Aceh yang meninggal dunia telah dimakamkan sesuai syariat Islam. Pemakaman dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu pemakaman Syariah dan Saraya Suhada Al Haram di Makkah. Proses pemakaman ini telah diurus oleh pihak berwenang di Arab Saudi.
Selain jamaah yang meninggal dunia, PPIH juga melaporkan bahwa masih ada sejumlah jamaah haji Aceh yang menjalani perawatan intensif. Hingga saat ini, sepuluh jamaah haji Aceh sedang dirawat di berbagai rumah sakit di Arab Saudi. Kondisi mereka terus dipantau oleh petugas kesehatan haji.
PPIH Embarkasi Aceh terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada para jamaah yang sakit. Pihak keluarga di tanah air juga terus diinformasikan mengenai perkembangan kondisi jamaah. Upaya maksimal dilakukan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh jamaah haji, termasuk yang sedang menjalani perawatan.
Duka Cita dan Harapan PPIH
Dalam kesempatan ini, Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para jamaah. "Semoga diampunkan segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT, serta memperoleh Haji Mabrur," ujar Arijal. Ungkapan duka ini ditujukan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Arijal juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan keikhlasan. "Dan kepada pihak keluarga semoga diberikan kekuatan dan keikhlasan atas kepergian almarhum-almarhumah," tambahnya. Pesan ini disampaikan untuk memberikan semangat kepada keluarga di tengah cobaan berat ini.
PPIH Embarkasi Aceh terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji. Mereka berupaya memastikan seluruh proses ibadah haji berjalan lancar, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Kesehatan dan keselamatan jamaah menjadi prioritas utama selama di Tanah Suci, sejak keberangkatan hingga pemulangan.
Sumber: AntaraNews