Kisah Haru Nurdin, Berangkat Haji Berdua Pulang Hanya Bawa Koper Bertuliskan Nama Ibunda
Nurdin sebelumnya menemani ibundanya berangkat ibadah haji dan tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Makassar.
392 Jemaah haji tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Makassar kembali ke tanah air dan diterima Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (11/6) malam. Dari ratusan jemaah yang tiba, satu orang bernama Nurdin menjadi perhatian karena membawa koper berwarna merah putih dan tertulis nama Amirah Tamiyyah Daman (69).
Usut punya usut, koper bertuliskan nama Amirah Tammiyyah Daman adalah milik ibunda Nurdin yang wafat di Mekkah, Arab Saudi, pada Selasa (13/5) lalu. Sebelumnya Nurdin menemani ibundanya berangkat ibadah haji dan tergabung dalam kloter 1 Embarkasi Makassar.
Selama di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Nurdin begitu menjaga koper milik ibunya. Koper itu seperti menjadi kenang-kenangan bagi Nurdin dari ibunya yang meninggal di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.
Nurdin menceritakan detik-detik ibunya dipanggil oleh Allah SWT. Nurdin mengaku ibunya meninggal setelah 10 hari berada di Mekkah.
Saat akan melaksanakan umrah wajib pertama, kondisi Amirah masih dalam kondisi sehat. Namun, pada pukul 01.00 WAS, kondisi kesehatan ibundanya tiba-tiba drop.
"Waktu itu sudah melaksanakan umrah wajib pertama sekitar jam 1 malam. Kita pulang (kembali ke hotel), kesehatan ibu sudah drop," ujar Nurdin kepada wartawan.
Nurdin mengakui ibunya memiliki riwayat penyakit gula. Apalagi, usia Amirah juga sudah masuk kategori lanjut usia (lansia) yakni 68 tahun.
"Ibu punya riwayat penyakit gula. Ibu sempat dirawat, satu hari di sana (klinik), kondisi drop, langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Nurdin
Nurdin mengaku sudah mengikhlaskan kepergian ibundanya menemui sang Khalik, Allah SWT. Begitu pula dengan keluarga besarnya.
"Keluarga semua sudah tahu kalau ibu meninggal. Ibu dimakamkan di Syarae," kata dia.
Nurdin juga mengaku dikemudian hari jika mempunyai rezeki lebih akan membawa anak dan istrinya untuk berangkat umrah. Selain ibadah Umrah, nantinya akan ziarah ke makam ibunya.
"InsyaAllah kalau ada rezeki, saya bawa anak dan istri serta keluarga ke sana semua untuk ziarah ke makam ibu di Mekkah," ucap Nurdin.
Jumlah Jemaah Kloter Pertama Makassar
Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ali Yafid mengatakan telah menyerahkan sebanyak 392 jemaah haji e Pemerintah Kota Makassar. Ia menyebut jumlah jemaah kloter 1 berkurang satu orang karena meninggal dunia.
"Saat berangkat ke Tanah Suci, jumlah jemaah haji kloter 1 ini sebanyak 393 orang. Sementara yang pulang 392 orang. Terdapat satu orang meninggal dunia atas nama Amirah umur 68 tahun," ujar Ali.
Nama Amirah merupakan salah satu dari 22 jemaah haji yang tergabung di Embarkasi Makassar meninggal dunia di Arab Saudi. Sekadar diketahui, jemaah yang berasa dari delapan provinsi masuk dalam Embarkasi Makassar.
"Jemaah haji yang meninggal rata-rata usianya sudah masuk kategori lansia dan risiko tinggi karena punya penyakit bawaan," kata Ali.
Ali Yafid menambahkan proses pemulangan jemaah haji di Embarkasi Makassar akan berlangsung selama satu bulan dari 11 Juni sampai 10 Juli 2025.
"Di Embarkasi Makassar itu ada 41 kloter dengan jadwal kepulangan (jemaah haji) kurang lebih satu bulan dari tanggal 11 Juni sampai 10 Juli 2025," tandas Ali.