1 Jemaah Kloter 5 Embarkasi Makassar Meninggal di Madinah
Nursidah meninggal dunia akibat Septic Shock. Ikbal mengatakan Nursidah sempat dirawat di Rumah Sakit King Fahd Madinah, Arab Saudi.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar mengonfirmasi satu jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 5 asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan meninggal dunia saat tiba di Madina, Arab Saudi.
JCH yang meninggal atas nama Nursidah Sinrang Sijarra (59) itu dimakamkan di kompleks pemakaman sahabat Rasulullah yakni Pekuburan Baqi, pukul 05.30 WAS, Minggu (26/4/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel Ikbal Ismail menyampaikan duka cita atas meninggalnya satu JCH kloter 5 asal Kabupaten Gowa, Nursidah Sinrang Sijarra.
"Atas nama Kemenhaj Sulsel serta PPIH Embarkasi Makassar mengucapkan Innalillahi Wainnailaihi Rojiun atas meninggalnya jemaah UPG (kloter) 5 asal dari Kabupaten Gowa," ujarnya di Wisma 3 Asrama Haji Sudiang Makassar.
Ikbal menjelaskan Nursidah meninggal dunia akibat Septic Shock. Ikbal mengatakan Nursidah sempat dirawat di Rumah Sakit King Fahd Madinah, Arab Saudi.
"Istilah kedokterannya Septic Shock. Kemarin sempat dirawat di RS King Fahd Madina dan meninggal pada pukul 16.40 WAS, Minggu (26/4). Almarhum dimakamkan di pemakaman Baqi, tempat dimakamkannya para sahabat Rasulullah," kata Ikbal.
Dengan demikian, kata Ikbal, petugas haji akan melakukan badal atas nama Almarhum. Apalagi, almarhum berangkat haji bersama lima keluarganya.
"Almarhum berangkat lima orang bersama keluarganya. Ada tantenya, keponakannya," kata dia.
8 Kloter Diberangkatkan
Sementara itu, Ikbal menjelaskan saat ini sudah delapan kloter yang diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi. Total 3.138 orang JCH yang diberangkatkan.
"Hari ini, kloter 9 juga akan diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi," kata dia.
Sementara itu, sebanyak tiga orang jemaah batal berangkat dan tiga orang tertunda keberangkatannya. Ikbal menjelaskan 2 jemaah yang batal keberangkatannya telah diganti jemaah lainnya.
"Sementara jemaah yang tertunda keberangkatannya karena sakit sisa dua. Satu jemaah telah diberangkatkan bersama kloter lainnya, sementara yang dua masih dirawat di rumah sakit," ucapnya.