Tujuh Jemaah Haji Bengkulu Masih di Tanah Suci, Total Tiga Wafat Selama Ibadah Haji
Tujuh Jemaah Haji Bengkulu masih berada di Tanah Suci menunggu pemulangan, sementara 1.334 orang telah kembali ke tanah air. Simak kondisi terkini dan layanan kesehatan yang diberikan selama operasional haji.
Sebanyak tujuh anggota Jemaah Haji Bengkulu masih berada di Tanah Suci hingga Sabtu (13/6) ini. Mereka menantikan proses pemulangan kembali ke Indonesia pada fase akhir ibadah haji 1447 Hijriah. Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, memastikan hal ini.
Dari total 1.344 Jemaah Haji Bengkulu yang diberangkatkan tahun ini, 1.334 orang telah tiba kembali di tanah air. Tiga Jemaah Haji Bengkulu dilaporkan wafat selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Pelayanan kesehatan terus diberikan bagi jemaah yang masih berada di sana.
Kondisi kesehatan Jemaah Haji Bengkulu secara umum terus membaik setelah puncak ibadah haji. Saat ini tidak ada lagi jemaah asal Bengkulu yang menjalani perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Pihak berwenang terus memantau kesehatan jemaah.
Perkembangan Pemulangan dan Data Jemaah Wafat
Kurniawan Arianto Abdul Gani menjelaskan bahwa tujuh Jemaah Haji Bengkulu yang masih berada di Tanah Suci merupakan bagian dari total keberangkatan 1.344 orang haji dari Provinsi Bengkulu. Proses pemulangan mereka akan dilakukan pada fase akhir kepulangan haji tahun ini. Pihak berwenang terus berkoordinasi untuk memastikan kepulangan mereka berjalan lancar.
Selama operasional ibadah haji, tercatat tiga Jemaah Haji Bengkulu wafat di Tanah Suci. Mereka adalah Tukiman Sadi Kromo Karso dari Kota Bengkulu yang wafat di Madinah pada 29 April 2026. Kemudian, Mustina Abdul Basir dari Kabupaten Bengkulu Utara wafat di Makkah pada 1 Juni 2026.
Jemaah ketiga yang wafat adalah Kasnini Rasyid Dersai (63) asal Kota Bengkulu. Almarhumah meninggal dunia pada Jumat (12/6) pukul 00.30 Waktu Arab Saudi. Kasnini menghembuskan napas terakhir di ruang ICU RSAS Jeddani Hospital.
Jumlah rujukan baru ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) maupun Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) tidak terdapat. Secara akumulatif, jumlah rujukan tercatat sebanyak 10 orang ke KKHI dan 32 orang ke RSAS.
Layanan Kesehatan dan Kondisi Jemaah Prioritas
Pelayanan kesehatan bagi Jemaah Haji Bengkulu tetap berjalan optimal selama proses pemulangan jemaah. Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu telah memberikan 5.815 layanan kesehatan kepada jamaah. Ini menunjukkan komitmen dalam menjaga kesehatan para jemaah.
Selain itu, petugas kesehatan juga aktif melakukan pemantauan terhadap jemaah prioritas risiko tinggi. Total 6.083 visitasi telah dilakukan selama operasional penyelenggaraan ibadah haji. Upaya ini bertujuan untuk mendeteksi dini dan memberikan penanganan cepat jika ada masalah kesehatan.
Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah Kasmid Kasan Bin Hasan (80) asal Kabupaten Kaur. Ia sebelumnya menjalani perawatan di RSAS Ibnu Sina Jeddah. Kasmid telah kembali ke tanah air bersama Kloter PDG 07 pada 11 Juni 2026 dan tiba di Kabupaten Kaur dalam kondisi stabil.
Setibanya di Bandara Internasional Minangkabau, Kasmid sempat dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat RSUP M Djamil Padang untuk penanganan medis. Namun, pasien meminta pulang atas permintaan sendiri. Ia kemudian dibawa menuju Bengkulu menggunakan ambulans, meskipun tim kesehatan menganjurkan rujukan ke RSUD M. Yunus Bengkulu.
Sumber: AntaraNews