Kemenhaj Sumut Ajak Jamaah Haji Teladan, Jaga Kemabruran di Tengah Masyarakat
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Utara menyerukan kepada seluruh jamaah haji asal provinsi ini untuk menjadi Jamaah Haji Teladan dan agen perubahan di tengah masyarakat, menjaga nilai kemabruran setelah kembali dari Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, mengajak seluruh jamaah haji asal provinsi ini untuk menjadi teladan di tengah masyarakat. Ajakan ini disampaikan saat menyambut kepulangan Kloter 11 Debarkasi Medan di Asrama Haji Medan pada Ahad. Beliau menekankan pentingnya peran jamaah haji sebagai contoh baik bagi lingkungan sekitar.
Zulkifli Sitorus, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, berharap para jamaah haji Sumatera Utara dapat menebarkan kedamaian dan kemaslahatan. Hal ini tidak hanya berlaku di lingkungan keluarga, tetapi juga di masyarakat luas. Pesan ini bertujuan untuk memastikan dampak positif ibadah haji terasa secara nyata.
Ajakan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenhaj Sumut untuk memastikan bahwa nilai-nilai kemabruran haji tetap terjaga setelah jamaah kembali ke tanah air. Kemabruran haji tidak hanya tentang kesempurnaan ritual di Tanah Suci, melainkan juga tercermin dari perubahan sikap dan perilaku positif di kehidupan sehari-hari. Ini menjadi indikator utama keberhasilan ibadah haji.
Menjaga Nilai Kemabruran dan Menjadi Agen Perubahan
Zulkifli Sitorus secara khusus mengajak para jamaah haji agar senantiasa menjaga nilai-nilai kemabruran yang telah diraih selama berada di Tanah Suci. Beliau menjelaskan, kemabruran haji tidak hanya diukur atas kesempurnaan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Lebih dari itu, kemabruran juga berasal dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali di kampung halaman.
Para jamaah haji diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menghadirkan keteladanan, mempererat persaudaraan, serta membawa nilai-nilai kebaikan. Mereka diminta untuk menebarkan kedamaian dan kemaslahatan bagi sesama di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, dampak positif ibadah haji dapat dirasakan secara luas.
Menjadi Jamaah Haji Teladan berarti mampu menginspirasi lingkungan sekitar melalui perbuatan dan ucapan yang santun. Ini mencakup sikap rendah hati, suka menolong, serta menjauhi perbuatan tercela. Nilai-nilai spiritual yang mendalam dari ibadah haji harus termanifestasi dalam kehidupan sosial.
Proses Pemulangan Jamaah Haji Sumatera Utara
Data PPIH Debarkasi Medan menyatakan, 357 haji Kloter 11 Debarkasi Medan terdiri atas tujuh kabupaten/kota dari dua provinsi. Rinciannya adalah Medan (211), Tanjung Balai (127), Padangsidimpuan (4), Mandailing Natal (3), Deli Serdang (2), Simalungun (2), dan Asahan (1) di Sumatera Utara. Selain itu, terdapat satu jamaah mutasi dari Padang, Sumatera Barat, serta enam petugas kloter.
Secara keseluruhan, sebanyak 5.965 haji asal Sumatera Utara akan melakukan fase pemulangan melalui Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang. Proses pemulangan ini dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 2 hingga 21 Juni 2026. Jadwal ini telah disusun agar seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan lancar.
Pihak Kemenhaj Sumut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kloter, ketua rombongan, ketua regu, dan para jamaah haji. Apresiasi ini diberikan atas kekompakan dan kerja sama yang baik selama proses penyelenggaraan ibadah haji. Kerja keras semua pihak sangat mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah.
Harapan Haji Mabrur dan Balasan Surga
Zulkifli Sitorus berharap seluruh jamaah haji memperoleh predikat haji mabrur dan hajah mabrurah. Predikat ini merupakan dambaan setiap Muslim yang menunaikan ibadah haji. Beliau mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyatakan, “Tidak ada balasan bagi haji yang mabrur selain surga.”
Harapan ini menjadi motivasi bagi para jamaah untuk terus menjaga perilaku baik dan nilai-nilai keislaman. Setelah kembali ke tanah air, mereka diharapkan dapat menjadi duta-duta kebaikan di tengah masyarakat. Dengan demikian, ibadah haji yang telah dilaksanakan akan membawa keberkahan yang berkelanjutan.
Pentingnya menjaga predikat haji mabrur adalah dengan terus meningkatkan kualitas diri dan ibadah. Ini termasuk menjaga silaturahmi, berbuat kebaikan, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Konsistensi dalam beramal saleh menjadi kunci utama untuk mempertahankan kemabruran haji.
Sumber: AntaraNews