Musim haji 2025 kembali diwarnai dengan kabar duka. Seorang jamaah asal Embarkasi Solo, Daimah Binti Suwaryo, meninggal dunia saat tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Meski begitu, pemerintah memastikan hak-hak ibadah almarhumah tetap terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji dan pemberian asuransi sesuai ketentuan Kementerian Agama. “Jamaah haji nanti akan dibadalhajikan oleh pemerintah, dan yang kedua nanti akan diberikan asuransi sesuai dengan ketentuan yang telah diatur di Kementerian Agama,” ujarnya di Madinah, Minggu, sebagaimana dilansir ANTARA.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan menyeluruh bagi jamaah haji—mulai dari aspek spiritual, kesehatan, hingga keamanan selama berada di Tanah Suci. Selengkapnya simak ulasan di bawah ini!
Advertisement
Pemerintah Indonesia telah menyiapkan skema badal haji—dikenal pula sebagai “wali haji”—untuk setiap jamaah yang meninggal dunia di Tanah Suci sebelum rangkaian puncak ibadah. Prosedur ini berpijak pada fatwa ulama yang membolehkan penggantian haji bagi muslim yang wafat atau sakit permanen sebelum menyempurnakan rukun.
Pemerintah menunjuk petugas khusus maupun warga setempat yang telah memenuhi syarat istitha’ah fisik, sekaligus memastikan tidak ada biaya tambahan yang dibebankan kepada keluarga.
Sebagai bentuk tanggung jawab negara, Kementerian Agama juga menyediakan polis asuransi jamaah haji. Pertanggungan mencakup santunan meninggal dunia, biaya pemulangan jenazah bila diperlukan, serta klaim atas kehilangan bagasi.
Skema ini bekerja sama dengan perusahaan asuransi syariah demi menjamin kepatuhan terhadap prinsip keuangan Islam. Dengan demikian, keluarga korban memperoleh hak finansial yang sah, sementara pemerintah tetap menjaga transparansi dan akuntabilitas layanan haji.
Advertisement
Insiden tragis bermula ketika pesawat yang membawa Kloter SOC 4 dari Solo mendekati prosedur pendaratan di Madinah. Daimah meminta izin ke toilet beberapa menit sebelum mendarat. Sesaat setelah kembali ke kursi, almarhumah mengeluhkan kepala pusing, lalu tidak sadarkan diri.
Tim medis segera memberi pertolongan, namun nyawa beliau tak terselamatkan saat pesawat berhenti di apron. “Dan ketika di pesawat, menurut suaminya Ibu Almarhumah, Ibu Daimah, ini baik-baik saja tidak ada keluhan apa-apa,” terang Basir.
Setiba di terminal, petugas PPIH bersama otoritas bandara melakukan pemeriksaan medis lanjutan dan administrasi keimigrasian. Jenazah kemudian disalatkan di Masjid Nabawi—masjid kedua termulia bagi umat Islam—sebelum dimakamkan di Pemakaman Baqi.
Kompleks pekuburan bersejarah ini menjadi tempat peristirahatan para sahabat Nabi, ulama, dan jamaah haji yang wafat di Madinah. Kehormatan dimakamkan di Baqi diyakini sebagai anugerah besar, karena Nabi Muhammad pernah mendoakan penduduknya.
Advertisement
Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa seluruh calon haji telah menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif sebelum keberangkatan, termasuk pemantauan penyakit penyerta, kebugaran jantung, dan ketahanan napas.
Meski demikian, perubahan suhu ekstrem—dari iklim tropis ke suhu padang pasir yang bisa menembus 45 derajat Celcius—sering memicu dehidrasi, hipotensi, atau serangan jantung mendadak. Karena itu, petugas PPIH meningkatkan edukasi minum air elektrolit, mengenakan pelindung kepala, dan membatasi aktivitas fisik berlebihan pada lansia.
Di sisi fasilitas, Daker Bandara menyiagakan Emergency Medical Team 24 jam lengkap dengan ambulans, defibrillator, serta akses cepat ke Rumah Sakit King Fahd Hospital Madinah.
Langkah ini sejalan dengan tata kelola Perlindungan Jamaah Haji yang mengutamakan prinsip keselamatan, keamanan, dan kenyamanan (safety, security & comfort). Pemerintah Arab Saudi pun memperkuat layanan dengan menyediakan klinik tersertifikasi di setiap terminal haji.
Advertisement
Selain layanan kesehatan, perlindungan konsuler bagi warga negara Indonesia di Arab Saudi turut digencarkan. Kedutaan Besar RI di Riyadh dan Konsulat Jenderal RI di Jeddah membuka hotline 24 jam. Apabila terjadi kedaruratan—misalnya kehilangan paspor, kecelakaan lalu lintas, atau sengketa hak pekerja musiman—jamaah atau keluarga dapat menghubungi nomor gawat darurat untuk pendampingan hukum dan mediasi cepat.
Secara kemanusiaan, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Muassasah Adilla (perusahaan pengurusan jamaah haji non-Arab) memastikan logistik konsumsi tinggi kalori, jadwal bus antar-kota terkoordinasi, dan penginapan ber-AC yang terverifikasi keselamatannya. Upaya-upaya ini diharapkan meminimalkan kejadian fatalitas dan meningkatkan kualitas layanan haji terintegrasi.
Wafatnya Daimah Binti Suwaryo mengingatkan bahwa perjalanan haji, meski penuh kemuliaan, tetap menyimpan risiko kesehatan serius—terutama bagi jamaah lanjut usia. Namun, kepastian badal haji gratis, perlindungan asuransi jamaah, dan tata kelola kesehatan terpadu membuktikan keseriusan pemerintah melindungi setiap tamu Allah. Harapannya, keluarga almarhumah dan 241 ribu jamaah lain dapat menjalani musim haji 2025 dengan damai, khusyuk, serta yakin bahwa negara hadir di setiap langkah. Wallahu a’lam.