Wakil Wali Kota Denpasar Lepas 261 Calhaj, Ingatkan Pentingnya Jaga Kesehatan
Ratusan Calhaj Denpasar dilepas menuju Tanah Suci. Wakil Wali Kota Denpasar menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan rohani selama ibadah, serta pentingnya memahami manasik haji.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi melepas 261 calon haji (calhaj) dari Kota Denpasar pada Jumat sore, 9 Mei 2026. Acara pelepasan berlangsung di Terminal Ubung Denpasar, Bali, sebelum para jamaah bertolak menuju Embarkasi Sukolilo, Surabaya. Momen ini menandai dimulainya perjalanan spiritual ratusan warga Denpasar menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Dalam sambutannya, Arya Wibawa memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik dan mental yang prima. Pesan ini disampaikan untuk memastikan para jamaah dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan khusyuk.
Pelepasan ini merupakan bagian dari persiapan matang yang telah dilakukan oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Denpasar. Koordinasi intensif telah dijalin untuk memastikan kelancaran keberangkatan dan pelaksanaan ibadah para calon haji tahun ini.
Pentingnya Kesehatan Fisik dan Rohani bagi Calhaj Denpasar
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menegaskan bahwa ibadah haji adalah ibadah fisik atau jasmani yang membutuhkan kondisi tubuh prima. Oleh karena itu, ia berpesan agar para jamaah senantiasa menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan seimbang. Kesiapan fisik yang optimal akan sangat mendukung kelancaran setiap tahapan ibadah di Tanah Suci.
Selain aspek fisik, Arya Wibawa juga menyoroti pentingnya kesehatan rohani atau jiwa dalam menunaikan ibadah haji. Ia menekankan perlunya pemahaman mendalam mengenai tata cara manasik haji yang benar. Pemahaman yang komprehensif akan membantu jamaah melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat.
“Ikuti bimbingan manasik yang dilakukan di Tanah Air maupun yang akan dilakukan di perjalanan dan di Tanah Suci. Ingatlah untuk saling menjaga, mengedepankan rasa menyame braya nanti di sana, serta saling mengingatkan dan tidak lupa juga untuk selalu berdoa agar bapak, ibu, sekalian dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar, serta dapat kembali pulang ke Tanah Air dengan selamat dan menjadi haji mabrur,” ujar Arya Wibawa. Pesan ini menggarisbawahi pentingnya kebersamaan dan dukungan antar jamaah.
Data dan Persiapan Keberangkatan Calhaj Denpasar Menuju Tanah Suci
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Denpasar, Anwar Hidayat, melaporkan bahwa total 261 jamaah haji dari Kota Denpasar berhak melunasi dan berangkat pada musim Haji 1447 Hijriah/2026. Dari jumlah tersebut, 120 jamaah adalah laki-laki dan 138 jamaah perempuan, ditambah satu petugas haji daerah serta dua pembimbing dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Rentang usia jamaah sangat beragam, mulai dari yang termuda 13 tahun hingga tertua 83 tahun, menunjukkan semangat beribadah yang tidak mengenal batas usia.
Jamaah calon haji Kota Denpasar akan diberangkatkan dalam dua kelompok terbang (Kloter), yakni Kloter 70 dan Kloter 71 Embarkasi Surabaya. Mereka dijadwalkan berangkat ke Arab Saudi pada 10 Mei 2026 dan akan kembali ke Tanah Air pada 19 Juni 2026. Jadwal keberangkatan ini telah disiapkan secara matang untuk memastikan kelancaran perjalanan ibadah.
Anwar Hidayat menambahkan, penyelenggaraan ibadah haji merupakan tanggung jawab pemerintah yang melibatkan banyak pihak. Sejak awal, Kemenhaj Kota Denpasar telah melakukan berbagai persiapan komprehensif. Koordinasi telah dilakukan dengan berbagai stakeholder terkait, seperti Kantor Imigrasi, Dinas Kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan, demi menjamin semua aspek perjalanan dan kesehatan jamaah terpenuhi.
Sumber: AntaraNews