10 Cara Menyimpan Telur Agar Tetap Segar, Awet, dan Aman Dikonsumsi Jangka Panjang
Di tingkat peternak, harga telur bahkan dilaporkan turun dan sudah berada di bawah biaya operasional produksi.
Harga telur ayam di Indonesia baru-baru ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan stok telur di pasaran menjadi melimpah, sehingga banyak masyarakat yang mulai mencari cara untuk menyimpan telur agar persediaan di rumah tetap segar, awet, dan aman untuk dikonsumsi dalam waktu yang lebih lama.
Di tingkat peternak, harga telur bahkan dilaporkan turun dan sudah berada di bawah biaya operasional produksi. Namun, meskipun produksi telur meningkat, penyerapan pasar yang optimal belum tercapai. Akibatnya, stok telur terus bertambah di berbagai daerah. Di sisi lain, kondisi ini memberikan keuntungan bagi konsumen karena harga telur menjadi lebih terjangkau.
Untuk memastikan telur yang dibeli dalam jumlah banyak tidak cepat rusak, penting untuk memahami cara penyimpanan yang benar berdasarkan panduan penyimpanan makanan dan sumber terpercaya lainnya. Telur merupakan bahan makanan yang cukup tahan lama, tetapi tetap memerlukan penanganan yang tepat.
Penyimpanan yang tidak benar dapat mempercepat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella yang dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara penyimpanan telur yang benar di rumah. Berikut ulasannya:
Simpan Telur Dalam Kulkas
Salah satu cara yang paling efektif untuk menyimpan telur adalah dengan menempatkannya di dalam lemari pendingin. Menurut USDA dan British Lion Eggs, suhu dingin mampu menjaga kesegaran telur dan memperlambat pertumbuhan bakteri. Menyimpan telur dalam kulkas dapat memperpanjang umur simpan telur lebih lama dibandingkan dengan menyimpannya pada suhu ruangan.
USDA menjelaskan bahwa telur yang disimpan dalam suhu dingin dapat bertahan hingga sekitar 15 minggu, sedangkan telur yang disimpan pada suhu ruangan hanya dapat bertahan sekitar 21 hari.
Panduan dari National Environment Agency (NEA) Singapura juga menyatakan bahwa telur sebaiknya disimpan di dalam refrigerator untuk mencegah perkembangan bakteri Salmonella hingga mencapai tingkat yang berbahaya.
2. Jangan Menyimpan Telur di Pintu Kulkas
Banyak orang memiliki kebiasaan untuk menaruh telur di rak pintu kulkas. Namun, bagian ini sering mengalami perubahan suhu yang signifikan karena sering dibuka dan ditutup. USDA menyarankan agar telur disimpan di bagian terdalam dan terdingin dari kulkas, bukan di pintu. Suhu yang stabil sangat penting untuk menjaga kualitas telur dan mencegah pengembunan pada permukaan cangkang.
Pengembunan dapat meningkatkan risiko perpindahan bakteri melalui pori-pori kecil pada kulit telur. Oleh karena itu, menjaga kestabilan suhu merupakan langkah penting dalam tips menyimpan telur sehari-hari.
3. Tetap Simpan Telur di Kartonnya
Beberapa orang mungkin memindahkan telur ke wadah khusus agar kulkas terlihat lebih rapi. Namun, menurut British Lion Eggs, karton asli telur adalah tempat penyimpanan yang terbaik. Karton tersebut membantu melindungi telur dari benturan dan mencegah penyerapan aroma dari makanan lain di dalam kulkas.
Cangkang telur memiliki pori-pori kecil yang dapat menyerap bau dari makanan di sekitarnya. Selain itu, menyimpan telur dalam karton juga memudahkan pengguna untuk memantau tanggal kedaluwarsa atau batas konsumsi telur.
Dengan cara ini, telur dapat digunakan sesuai dengan urutan kesegarannya dengan lebih mudah.
Jangan Mencuci Telur
Banyak orang beranggapan bahwa mencuci telur sebelum menyimpannya di dalam kulkas dapat membuatnya lebih bersih dan higienis. Namun, USDA tidak merekomendasikan praktik ini di rumah. "
Air cucian dapat masuk melalui pori-pori cangkang dan meningkatkan risiko kontaminasi bakteri ke bagian dalam telur."
Telur yang dipasarkan secara komersial umumnya telah melalui proses pembersihan khusus sebelum dijual. Oleh karena itu, sebaiknya simpan telur dalam kondisi aslinya dan hanya bersihkan saat akan digunakan jika memang diperlukan.
5. Pastikan Cangkang Tidak Retak
Sebelum membeli atau menyimpan telur, sangat penting untuk memeriksa kondisi cangkangnya. Telur yang memiliki retakan lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri.
"Panduan NEA menegaskan bahwa bakteri dapat masuk melalui retakan pada cangkang telur sehingga telur retak sebaiknya segera dibuang."
Selain itu, hindari menumpuk telur terlalu tinggi saat menyimpannya di rumah agar tidak mudah pecah.
6. Jauhkan dari Makanan Berbau Tajam
Telur memiliki kulit yang cukup porous, yang berarti cangkangnya memiliki pori-pori kecil.
"Karena itu, telur dapat menyerap aroma makanan lain seperti bawang, durian, ikan, atau rempah tajam."
Untuk menjaga rasa dan kualitas telur, simpan telur terpisah dari bahan makanan yang memiliki aroma kuat. Menggunakan karton asli untuk menyimpan telur juga dapat membantu mengurangi risiko penyerapan bau tersebut.
Gunakan Telur Sesuai Urutan Pembelian
Ketika Anda memiliki stok telur yang cukup banyak di rumah, penting untuk menerapkan metode FIFO (first in first out). Metode ini mengharuskan Anda menggunakan telur yang dibeli lebih awal terlebih dahulu.
Dengan cara ini, Anda dapat mencegah telur disimpan terlalu lama yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas. Untuk memudahkan pemantauan umur simpan telur, Anda bisa menandai tanggal pembelian pada karton telur.
8. Simpan Putih dan Kuning Telur di Wadah Tertutup
Sering kali setelah memasak, Anda mungkin memiliki sisa putih atau kuning telur yang tidak terpakai. Alih-alih membuangnya, Anda dapat menyimpannya untuk digunakan nanti. Menurut British Lion Eggs, putih telur bisa bertahan sekitar dua hari jika disimpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas, sedangkan kuning telur dapat disimpan hingga empat hari.
Untuk menjaga agar tekstur kuning telur tetap lembut, tambahkan sedikit lapisan susu tipis di atasnya. Pastikan juga wadah tersebut selalu tertutup rapat agar tidak terkontaminasi oleh makanan lain.
9. Telur Bisa Dibekukan
Tahukah Anda bahwa telur bisa disimpan di dalam freezer? Namun, penting untuk diingat bahwa telur tidak boleh dibekukan dalam keadaan bercangkang karena bisa pecah saat membeku. Cara yang paling efektif adalah dengan mengocok telur terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam freezer.
British Lion Eggs juga merekomendasikan untuk menambahkan sedikit garam atau gula agar tekstur telur tetap baik setelah dicairkan. Pastikan untuk memberi label pada telur beku dengan tanggal penyimpanan dan gunakan dalam waktu maksimal enam bulan.
10. Masak Telur Hingga Matang Sempurna
Walaupun terlihat sederhana, cara memasak telur dengan benar sangat penting untuk menjaga keamanan dan kualitasnya. Panduan dari NEA menjelaskan bahwa telur setengah matang memiliki risiko lebih tinggi karena bakteri mungkin belum sepenuhnya mati.
Oleh karena itu, disarankan untuk memasak telur hingga bagian putih dan kuningnya matang sempurna, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia, guna menghindari potensi risiko kesehatan.
Bahaya Menyimpan Telur Secara Tidak Tepat
Penyimpanan telur yang tidak tepat dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kontaminasi Salmonella. Bakteri ini dapat memicu gejala seperti mual, diare, demam, dan kram perut. Dalam dokumen "Guidelines on Good Handling of Eggs", dijelaskan bahwa Salmonella dapat berkembang dengan cepat pada suhu ruang dan berpotensi menyebabkan penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan, peralatan masak, dan suhu penyimpanan yang tepat adalah hal yang sangat penting saat mengolah telur di rumah.
Pertanyaan Seputar Penyimpanan Telur Ayam
1. Berapa lama telur bisa bertahan di kulkas?
Telur dapat bertahan selama beberapa minggu di dalam kulkas jika disimpan dengan cara yang benar dan suhu tetap stabil. Dengan menjaga lingkungan penyimpanan yang sesuai, kualitas telur dapat terjaga dengan baik.
2. Apakah telur boleh disimpan di suhu ruang?
Telur boleh disimpan pada suhu ruang dalam waktu singkat, namun penyimpanan di dalam kulkas lebih dianjurkan untuk menjaga kualitas dan keamanannya. Suhu yang lebih dingin membantu memperlambat pertumbuhan bakteri.
3. Kenapa telur tidak boleh dicuci sebelum disimpan?
Telur sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan karena air dapat membuka jalan bagi bakteri untuk masuk melalui pori-pori cangkang telur. Hal ini dapat meningkatkan risiko kontaminasi.
4. Bagaimana cara mengetahui telur masih segar?
Salah satu metode yang umum digunakan untuk memeriksa kesegaran telur adalah dengan merendamnya dalam air. Telur yang segar biasanya akan tenggelam, sedangkan telur yang sudah lama cenderung akan mengapung.
5. Apakah telur beku masih aman dikonsumsi?
Telur yang telah dibekukan masih aman untuk dikonsumsi, asalkan proses pembekuan dilakukan dengan benar dan belum melewati masa simpan yang dianjurkan. Pastikan untuk memeriksa kualitas sebelum mengonsumsinya.