TKHK Intensifkan Edukasi Konsumsi Oralit JCH Bengkulu Hadapi Cuaca Ekstrem Makkah
Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Bengkulu gencar berikan edukasi konsumsi oralit bagi jamaah calon haji (JCH) Bengkulu di Makkah. Langkah ini krusial untuk cegah dehidrasi akibat cuaca panas ekstrem menjelang puncak haji.
Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) Provinsi Bengkulu tengah gencar mengintensifkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi oralit kepada seluruh jamaah calon haji (JCH) asal Bengkulu. Upaya ini dilakukan di Makkah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dehidrasi.
Edukasi ini menjadi sangat krusial mengingat kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi saat ini. Tujuannya adalah untuk menjaga kondisi kesehatan jamaah tetap prima menjelang puncak ibadah haji Armuzna yang akan segera tiba.
Penanggung jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, menyatakan bahwa program ini meliputi anjuran minum oralit satu bungkus per hari. Selain itu, jamaah juga diimbau untuk minum air putih 200 cc setiap jam dan menggunakan alat pelindung diri.
Pencegahan Dehidrasi di Tengah Cuaca Ekstrem
Edukasi konsumsi oralit menjadi fokus utama TKHK Bengkulu dalam menghadapi kondisi cuaca panas ekstrem di Makkah. Langkah preventif ini bertujuan memastikan jamaah tetap terhidrasi dengan baik selama menjalankan ibadah.
Selain anjuran minum oralit, TKHK juga menekankan pentingnya asupan air putih secara teratur, yakni 200 cc setiap jam. Penggunaan alat pelindung diri seperti payung atau topi juga disarankan saat jamaah beraktivitas di luar hotel.
Program edukasi ini diberikan secara intensif menjelang puncak penyelenggaraan ibadah haji Armuzna. Puncak haji tersebut dijadwalkan berlangsung antara tanggal 25 hingga 30 Mei 2026, menuntut kondisi fisik yang optimal dari para jamaah.
Layanan Medis dan Pemantauan Kesehatan JCH
Selain edukasi, TKHK juga memastikan ketersediaan layanan medis 24 jam bagi seluruh JCH Bengkulu. Pemantauan kondisi kesehatan jamaah dilakukan secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan haji kloter.
Hingga hari Kamis, rekapitulasi laporan Siskohatkes dan laporan langsung TKHK Provinsi Bengkulu menunjukkan bahwa telah diberikan 1.709 layanan kesehatan. Ini mencerminkan komitmen dalam menjaga kesehatan para jamaah.
Visitasi terhadap jamaah prioritas risiko tinggi juga terus dilakukan, mencapai 2.550 kunjungan. Sebanyak 175 orang dipantau secara khusus untuk memastikan mereka mendapatkan perhatian medis yang memadai.
Kondisi Kesehatan dan Statistik JCH Bengkulu
Jamaah calon haji Bengkulu yang tergabung dalam Kloter PDG 02, PDG 03, PDG 04, dan PDG 05 Padang, Sumatera Barat, telah tiba di Makkah. Mereka menempati Komplek Al Hidayah Tower Hotel Makkah setelah menyelesaikan ibadah umrah wajib.
Diagnosis terbanyak yang dialami jamaah meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, febris, diabetes melitus, myalgia, faringitis, dan dermatitis. Data ini menjadi acuan bagi TKHK untuk memberikan penanganan yang tepat.
Total anggota JCH Provinsi Bengkulu yang diberangkatkan ke Arab Saudi mencapai 1.344 orang. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, dan 1.343 orang lainnya saat ini berada di Makkah.
Sumber: AntaraNews