Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengimbau seluruh jemaah calon haji untuk menjaga kesehatan. Imbauan ini penting mengingat cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda Tanah Suci selama musim haji. Kesiapan fisik dan mental menjadi kunci utama bagi kelancaran ibadah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Hasria, mengungkapkan bahwa suhu di Tanah Suci diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Kondisi panas ekstrem ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi para jemaah. Oleh karena itu, persiapan matang sangat diperlukan.
Cuaca panas dan kelelahan fisik dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Jemaah diimbau untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum keberangkatan. Ini termasuk membawa perlengkapan pelindung serta menjaga asupan cairan tubuh.
Advertisement
Advertisement
Cuaca panas di Tanah Suci yang diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius menjadi faktor utama meningkatnya risiko kesehatan bagi jemaah. Kondisi ekstrem ini berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. Salah satu yang paling diwaspadai adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Menurut Hasria, ISPA biasanya dipicu oleh cuaca ekstrem, faktor kelelahan, serta penularan saat berada di tengah kerumunan. Selain ISPA, terdapat juga dua gangguan kesehatan lain yang bisa dialami, yakni penyakit jantung dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Kondisi tersebut tidak selalu berawal dari penyakit bawaan. Kelelahan fisik yang hebat selama menjalani rangkaian ibadah juga dapat memicu masalah kesehatan ini. Oleh karena itu, jemaah harus sangat memperhatikan kondisi tubuh mereka.
Advertisement
Advertisement
Dinas Kesehatan Kota Kendari terus mengingatkan jemaah untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental secara matang sebelum keberangkatan. Persiapan ini mencakup berbagai aspek penting. Kesiapan mental juga tidak kalah pentingnya untuk menghadapi tantangan selama ibadah.
Jemaah diimbau untuk membawa perlengkapan pelindung kesehatan secara mandiri. Perlengkapan tersebut meliputi vitamin, obat-obatan pribadi, masker, kacamata hitam, serta payung. Semua ini berfungsi melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung dan potensi penularan penyakit.
Selain itu, jemaah juga diminta menjaga asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi. Penyesuaian aktivitas ibadah dengan kondisi tubuh masing-masing juga sangat penting. Jangan memaksakan diri jika merasa lelah atau tidak enak badan.
Advertisement
Advertisement
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kendari, Sunardin, menyebutkan jumlah calon haji asal Kota Kendari tahun ini mencapai 546 orang. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat Kendari untuk menunaikan ibadah haji.
Jemaah asal Kendari tersebut terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter). Kloter-kloter tersebut adalah kloter 32, 34, 36, 39, dan 43. Pembagian kloter ini bertujuan untuk mengatur jadwal keberangkatan dan akomodasi selama di Tanah Suci.
Keberangkatan jemaah akan dimulai pada 12 Mei 2026 dengan tiga penerbangan. Kemudian, keberangkatan akan dilanjutkan pada 13 Mei 2026 dengan satu penerbangan. Jadwal ini telah disusun untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan seluruh jemaah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews