Wabup Pamekasan Tekankan Jaga Kesehatan dan Etika bagi JCH di Makkah
Wakil Bupati Pamekasan Sukriyanto mengingatkan JCH Pamekasan untuk menjaga kesehatan fisik dan etika selama menunaikan ibadah haji di Makkah demi kesuksesan ibadah dan nama baik bangsa.
Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, memberikan pesan penting kepada para jamaah calon haji (JCH) asal Pamekasan yang akan berangkat ke Tanah Suci. Beliau menekankan dua aspek utama yang harus diperhatikan selama menjalankan ibadah haji di Makkah. Pesan ini disampaikan dalam acara pelepasan JCH di Masjid Agung As-Syuhada, Pamekasan, pada Minggu (10/5).
Peringatan tersebut meliputi pentingnya menjaga kesehatan fisik dan etika berperilaku selama berada di Arab Saudi. Hal ini bertujuan agar seluruh JCH dapat menjalankan rukun haji dengan sempurna dan sekaligus menjaga nama baik Indonesia di mata dunia. Acara pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh ratusan JCH dan keluarga pengantar.
Total 1.384 JCH Pamekasan siap diberangkatkan menuju Makkah, terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter). Mereka diminta untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi kondisi di Tanah Suci yang berbeda dengan Indonesia. Kesehatan dan etika menjadi kunci utama kesuksesan ibadah haji yang mabrur.
Pentingnya Menjaga Kesehatan Fisik di Tanah Suci
Wakil Bupati Sukriyanto secara khusus menyoroti pentingnya menjaga kesehatan bagi JCH Pamekasan. Menurutnya, sukses ibadah haji sangat bergantung pada kondisi fisik yang prima. Cuaca di Makkah yang berbeda jauh dengan Indonesia menuntut adaptasi dan perhatian ekstra dari para jamaah. Kondisi cuaca ekstrem, seperti suhu tinggi, dapat memicu berbagai masalah kesehatan jika tidak diantisipasi dengan baik.
"Cuaca di Makkah berbeda dengan Indonesia," kata Wabup, "Karena itu, jamaah harus menjaga diri sebaik mungkin, terutama menjaga kesehatan fisik dengan pola makan teratur." Beliau menambahkan bahwa sakit saat di Tanah Suci akan menghambat pelaksanaan ibadah. Konsumsi air putih yang cukup dan istirahat yang memadai menjadi kunci utama untuk menjaga stamina.
Kekhawatiran ini semakin relevan mengingat sebagian besar JCH Pamekasan yang berangkat tahun ini termasuk dalam kategori berisiko tinggi. Oleh karena itu, persiapan fisik dan mental menjadi krusial sebelum keberangkatan. Pola makan teratur dan istirahat cukup sangat dianjurkan untuk menjaga stamina agar dapat melaksanakan seluruh rukun haji dengan optimal.
Menjaga Etika dan Nama Baik Indonesia di Dunia Internasional
Selain kesehatan, Sukriyanto juga mengingatkan JCH untuk menjaga etika selama di Makkah. Menjaga etika merupakan bagian dari upaya menjaga nama baik Indonesia di mata jamaah dari negara lain. Setiap jamaah haji Indonesia dianggap sebagai representasi dari negara yang berbudaya dan beradab.
"Kalau kita baik dan menjaga etika di sana, maka negara Indonesia akan dipandang baik oleh jamaah dari negara lain," ujar Wabup. Sikap dan perilaku jamaah akan mencerminkan citra bangsa di kancah internasional. Keberadaan di Tanah Suci adalah momen untuk menunjukkan keramahan, kesantunan, dan adab mulia yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Pelepasan JCH Pamekasan ini ditandai dengan pengibaran bendera, sebuah simbol kehormatan dan tanggung jawab yang diemban oleh para calon haji. Diharapkan para jamaah dapat menjadi duta bangsa yang baik, membawa pulang haji mabrur, serta pengalaman spiritual yang mendalam yang dapat dibagikan kepada masyarakat luas setelah kembali ke tanah air.
Data Pemberangkatan JCH Pamekasan
Data mengenai JCH Pamekasan menunjukkan bahwa tahun ini terdapat 1.384 orang yang akan menunaikan ibadah haji.
- Mereka terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter) yang berbeda, yaitu:
- Kloter 73: 309 orang
- Kloter 74: 325 orang
- Kloter 75: 376 orang
- Kloter 76: 374 orang
Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim.
Sumber: AntaraNews