Basarnas Gunakan Drone dalam Pencarian Anak Hanyut di Sungai Cianjur
Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, intensifkan Pencarian Anak Hanyut Cianjur yang terbawa arus sungai. Drone dikerahkan untuk memantau area sulit di Waduk Jangari.
Tim SAR gabungan di Cianjur, Jawa Barat, melanjutkan Pencarian Anak Hanyut Cianjur, Pradipta Saputra (11), yang dilaporkan hilang terbawa arus sungai sejak enam hari terakhir. Pencarian intensif ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI/Polri, BPBD Cianjur, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan setempat. Fokus utama operasi pada hari keenam ini adalah menyisir area Sungai Cikondang hingga Waduk Jangari dan Waduk Cirata.
Operasi pencarian yang melibatkan sekitar 79 petugas ini menggunakan perahu karet untuk penyusuran sungai dan drone untuk pemantauan udara. Penggunaan drone menjadi krusial karena kondisi medan yang sulit, terutama di Waduk Jangari yang dipenuhi eceng gondok. Korban, Pradipta Saputra, sebelumnya terlihat berenang di Sungai Cibaregbeg sebelum akhirnya hilang terbawa arus.
Hingga Minggu, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan, meskipun tim telah menyisir radius sekitar 50 kilometer dari lokasi awal kejadian. Area pencarian melintasi tiga kecamatan dan bermuara di Waduk Cirata, Kecamatan Cikalongkulon. Petugas keselamatan dan tim reaksi cepat juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama proses pencarian berlangsung.
Fokus Pencarian dan Kendala Lapangan
Pada hari keenam Pencarian Anak Hanyut Cianjur, tim SAR gabungan memusatkan perhatian di Waduk Jangari, Kecamatan Mande. Wilayah ini menjadi titik krusial karena diduga kuat menjadi lokasi keberadaan korban. Namun, pencarian di area tersebut menghadapi kendala signifikan berupa banyaknya tumbuhan air eceng gondong. Hamparan eceng gondong ini menyulitkan pergerakan perahu karet dan menghambat penyisiran di tengah sungai serta waduk.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, tim SAR memanfaatkan pesawat nirawak atau drone. Drone digunakan untuk memantau area dari udara, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi permukaan air yang tertutup eceng gondong. Dengan demikian, tim dapat mengidentifikasi potensi lokasi atau tanda-tanda keberadaan korban yang mungkin tersembunyi.
Radius pencarian diperluas hingga sekitar 50 kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang di Sungai Cikondang. Area ini mencakup tiga kecamatan dan bermuara di Waduk Cirata, Kecamatan Cikalongkulon. Meskipun telah menyisir area yang luas, keberadaan tubuh korban masih belum ditemukan hingga saat ini.
Koordinasi Tim Gabungan dan Area Penyisiran
Operasi Pencarian Anak Hanyut Cianjur ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi dan relawan. Sekitar 79 petugas gabungan dari TNI/Polri, BPBD Cianjur, Damkar Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan Cianjur turut serta dalam upaya pencarian ini. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyusuri pinggiran dan tengah sungai secara efektif.
Dua perahu karet dikerahkan untuk menyisir tengah sungai, sementara kelompok lain melakukan penyisiran tepi. Pencarian juga diperluas hingga ke Waduk Cirata, dengan penyisiran menggunakan dua perahu karet dari titik Legok Terong sampai ke titik Nusa Dua perairan bendungan Cirata sejauh 8 kilometer. Beberapa kelompok tambahan bahkan melakukan pencarian di Sungai Citarum, memperluas jangkauan operasi.
Untuk menjamin keselamatan petugas, Basarnas Cianjur menempatkan petugas keselamatan atau safety officer dan tim reaksi cepat. Tim ini dilengkapi dengan peralatan medis dan siap melakukan broadcast melalui radio atau alat komunikasi lainnya jika terjadi keadaan darurat. Langkah ini memastikan bahwa proses pencarian dapat dihentikan sementara jika ada risiko yang membahayakan keselamatan tim.
Kronologi Hilangnya Korban
Pencarian ini berawal dari laporan hilangnya Pradipta Saputra (11), seorang anak laki-laki warga Desa Girimukti, Kecamatan Campaka. Korban dilaporkan hilang terbawa arus saat berenang di Sungai Cibaregbeg. Informasi awal mengenai hilangnya korban datang dari pihak keluarga yang sempat melakukan pencarian di berbagai tempat.
Beberapa teman korban kemudian memberikan keterangan bahwa Pradipta sempat terlihat berenang di sungai bersama mereka. Keterangan ini menjadi petunjuk penting bagi tim SAR gabungan untuk memulai operasi Pencarian Anak Hanyut Cianjur. Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di dekat perairan.
Meskipun upaya pencarian telah memasuki hari keenam, tim SAR terus berupaya maksimal untuk menemukan Pradipta. Seluruh sumber daya dikerahkan demi menemukan korban dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu.
Sumber: AntaraNews