Gempa Susulan Sangihe Terus Guncang Tahuna, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Kepulauan Sangihe kembali diguncang Gempa Susulan Sangihe berkekuatan M 3,8 hingga 4,9. BMKG terus memantau aktivitas seismik di Tahuna, memastikan tidak memicu tsunami.
Gempa susulan dengan magnitudo bervariasi terus mengguncang Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Fenomena ini terjadi setelah gempa utama M 5,3 pada Senin malam sebelumnya. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap informasi resmi.
Menurut data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setidaknya 15 kali gempa telah tercatat. Kekuatan gempa susulan ini berkisar antara magnitudo 3,8 hingga 4,9. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman dangkal.
Aktivitas seismik ini berpusat di sekitar 239 kilometer dari Tahuna. Meskipun intens, BMKG menegaskan bahwa rangkaian gempa ini tidak memiliki potensi tsunami. Informasi terkini terus diperbarui seiring dengan kelengkapan data yang masuk.
Rentetan Gempa Susulan di Tahuna
Sejak pukul 22.00 WIB pada Senin (8/6), wilayah Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengalami serangkaian gempa susulan. Akun X resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan kejadian ini secara berkala kepada publik. Tercatat lebih dari 15 kali guncangan telah terjadi dalam waktu singkat.
Kekuatan gempa-gempa susulan ini bervariasi, mulai dari magnitudo 3,8 hingga 4,9. Guncangan ini tentu menimbulkan kewaspadaan di kalangan masyarakat setempat. Namun, BMKG terus memberikan pembaruan informasi untuk menenangkan warga.
Salah satu Gempa Susulan Sangihe terbaru tercatat berkekuatan magnitudo 4,1. Titik koordinatnya berada di 5.45 Lintang Utara (LU) dan 125.40 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menekankan bahwa data yang dikeluarkan mengutamakan kecepatan. Oleh karena itu, hasil pengelolaan data awal mungkin belum stabil dan bisa berubah. Pembaruan akan diberikan seiring dengan kelengkapan data yang berhasil dianalisis.
Analisis BMKG dan Potensi Tsunami
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara konsisten memantau aktivitas seismik di Kepulauan Sangihe. Setiap gempa susulan yang terjadi langsung dianalisis untuk menentukan karakteristiknya. Informasi ini penting untuk memastikan keamanan masyarakat.
Meskipun terjadi rentetan Gempa Susulan Sangihe, BMKG memastikan bahwa tidak ada potensi tsunami. Pernyataan ini berdasarkan hasil analisis parameter gempa yang terjadi. Kedalaman dan lokasi gempa menjadi faktor penentu utama dalam penilaian potensi tsunami.
Sebelumnya, gempa utama berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Kabupaten Kepulauan Sangihe pada Senin sekitar pukul 21:53 WIB. Gempa ini juga dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Lokasi gempa utama tersebut berada di titik koordinat 5.65 Lintang Utara dan 124.80 Bujur Timur. Titik ini berjarak sekitar 239 kilometer dari Kecamatan Tahuna, dengan kedalaman 10 kilometer.
Sumber: AntaraNews